Beranda Kesehatan Tiba di Ponpes, Ratusan Santri di Jombang Jalani Karantina Massal

Tiba di Ponpes, Ratusan Santri di Jombang Jalani Karantina Massal

BERBAGI
Tiba di Ponpes, Ratusan Santri di Jombang Jalani Karantina Massal
para santri berada di dalam ruang karantina dengan penerapan physical distancing. (foto: aan hidayat)

AGTVnews.com – Ratusan santri yang baru tiba di sejumlah pondok pesantren di Jombang menjalani proses karantina massal. Proses karantina dilakukan untuk melaksanakan protokol kesehatan yang diwajibkan pemerintah saat kedatangan santri untuk kembali beraktivitas di era new normal.

Salah satunya di Pondok Pesantren Al–Aqobah yang berada di Desa Keras Kecamatan Diwek Jombang. Di pondok ini, terdapat 200 santri dan santriwati yang menjalani karantina di dua lokasi berbeda.

Menurut pengasuh pondok pesantren, KH. Junaidi Hidayat, santri putra ditempatkan di gedung syanawiyah Al Aqobah. Didalam satu ruangan diisi maksimal 7 santri. Sementara sejumlah santriwati diletakkan di gedung asrama putri Ponpes Al – Aqobah 4.

| Baca Juga:  Manfaatkan Pipa Paralon, Sopir Travel di Jombang Jadi Pengrajin Lampu Hias

“Setelah datang para santri langsung kita karantina sebagai upaya pencegahan penyebaran covid 19. Saat proses karantina, para santri juga kita rapid test terlebih dahulu. Para santri juga membawa surat bebas rapid saat datang,” terang KH.Junaidi, Senin (6/7/2020).

KH.Junaidi menjelaskan, kedatangan santri di ponpes yang diasuhnya merupakan kemauan santri dan orang tua santri. Ponpes tidak mewajibkan santri kembali saat pandemi covid masih terjadi saat ini.

“Kita berikan keleluasaan terhadap orang tua santri untuk kembali atau tidak. Sebab, kedatangan santri merupakan kemauan orang tua dan santri itu sendiri. Sementara ini yang kembali ke ponpes merupakan santri tahun ajaran baru,“ katanya.

| Baca Juga:  Perguruan Silat Terlibat Bentrok di Jombang, 2 Sepeda Motor Rusak

Selama proses karantina, ratusan santri ini juga diwajibkan untuk mengikuti rangkaian kegiatan untuk kesehatan. Kegiatan tersebut diantaranya olahraga dan berjemur saat pagi hari.

Selain itu untuk mengantisipasi penyebaran corona, santri diwajibkan membawa peralatan kebutuhan seperti, sendok dan piring dari rumah masing – masing.

“Karantina ini kita lakukan selama 14 hari mendatang. Jika seluruh santri dalam kondisi sehat boleh beraktifitas kembali, namun dengan protokol kesehatan yang ketat, “ katanya. (*)

Reporter : Aan Hidayat
Editor : Linda Kusuma