Beranda Peristiwa Tukang Rongsok Asal Blitar Temukan Bom Jaman Belanda di Bawah Rel Rejotangan

Tukang Rongsok Asal Blitar Temukan Bom Jaman Belanda di Bawah Rel Rejotangan

BERBAGI
Tukang Rongsok Asal Blitar Temukan Bom Jaman Belanda di Bawah Rel Rejotangan
mortir yang ditemukan diperkirakan merupakan peninggalan jaman Belanda. (foto : maman firmansyah)

AGTVnews.com – Seorang pencari barang rongsokan, Bluri (41 tahun) warga Desa Bakalan Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar, menemukan mortir dari dasar sungai di bawah jembatan rel kereta api wilayah Nguri Rejotangan Kabupaten Tulungagung, Senin (27/7/2020).

Mortir seberat kurang lebih 100 kg tersebut diperkirakan berasal dari peninggalan jaman Belanda.

Menurut Bluri, awalnya dirinya tidak mengetahui besi halus yang dirabanya di dasar sungai merupakan mortir kuno. Dirinya langsung saja menyelam dan mengangkat benda tersebut.

“Saya seperti biasa menyelam terus meraba raba. Kok halus, biasanya besi makanya langsung saya naikkan,” ujarnya.

| Baca Juga:  Puluhan Umat Hindu, Gelar Persembahyangan Galungan

Saat diangkat, ternyata besi tersebut memiliki bentuk mirip bom jenis mortir. Besi tersebut dilengkapi dengan baling-baling kipas pada bagian belakangnya.

“Pas di atas ya kaget kok kayak bom. Langsung saya kabari teman-teman dan dilaporkan ke polisi Blitar, terus ke polsek Rejotangan Tulungagung,” ujarnya.

Kapolres Rejotangan, Iptu Heru Poerwanto mengatakan, mendapat laporan tersebut langsung melakukan koordinasi dengan Jibom Brimob Kediri untuk mengevakuasi.

“Secara fisik mortir tersebut memiliki ukuran panjang 103 centimeter dengan diameter 70 centimeter. Kondisinya sudah berkarat dan ada beberapa sampah sungai yang menyangkut di mortir tersebut,” ungkapnya.

| Baca Juga:  Kelola Sumber Air Desa, Bumdes Ini selamatkan Warga Dari kekeringan

Mortir akhirnya berhasil dievakuasi tim Jibom Brimob Kediri. Anggota tim Jibom Kompi I C Brimob Kediri, Ipda Abdul Rois mengatakan, mortir tersebut diprediksi berasal dari jaman penjajahan Belanda. Kemungkinan mortir tersebut gagal meledak saat dijatuhkan dari pesawat pengebom jarak dekat.

“Kondisinya masih aktif. Tapi pemicu bagian depannya sudah hilang. Kalau mau diaktifkan lagi, ya dipicu ulang. Dengan kondisi ini aman untuk dievakuasi dengan peralatan yang kami punya” pungkasnya. (*)

Reporter : Maman Firmansyah
Editor : Linda Kusuma