Beranda Pemerintahan DPRD Jombang Desak Pemerintah Tutup RS Pelengkap Medical Center

DPRD Jombang Desak Pemerintah Tutup RS Pelengkap Medical Center

BERBAGI
Mustofa, Anggota DPRD Kabupaten Jombang. (foto: aan hidayat)

AGTVnews.com – Kasus tewasnya bayi yang baru dilahirkan lantaran ibunya terduga terjangkit virus Corona, memantik reaksi keras kalangan DPRD Jombang.

Anggota Komisi D DPRD Jombang, Mustofa menyebut, pelanggaran kasus ini terbilang sangat berat. Sehingga perlu diberi sanksi penutupan rumah sakit.

Apalagi data yang dimiliki pihaknya, Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (PMC) tempat kasus tersebut terjadi, telah melakukan pelangganan beberapa kali.

“Seingat saya sudah dua atau tiga kali rumah sakit tersebut melakukan Inprosedural (tidak sesuai prosedur/red). Mulai dari kasus dokter gadungan terus malpraktek hingga kasus yang sekarang terjadi,” ungkap Mustofa, Selasa (11/8/2020).

| Baca Juga:  Melandai, Usai Lebaran Tak Ada Tambahan Pasien Positif Corona di Kabupaten Blitar

“Melihat kasus tersebut, seharusnya Dinas Kesehatan bisa melakukan pencabutan ijin atau memvakumkan operasional rumah sakit selama satu tahun atau dicabut. Karena sudah 2 hingga 3 kali melakukan pelanggaran dalam penanganan medis,“ bebernya.

Tak hanya disitu, DPRD Jombang juga merekomendasikan kepada orang tua bayi untuk melakukan upaya hukum terhadap RS PMC. Dalam waktu dekat, DPRD Jombang akan memanggil pihak rumah sakit untuk memberikan keterangan terhadap kasus yang terjadi.

Peristiwa dugaan tewasnya bayi perempuan anak dari pasangan Bayu Kurniawan (29 tahun) dan istrinya Ristarahmat Hidayat (27 tahun), di Rumah Sakit PMC terjadi Selasa (4/8/2020).

| Baca Juga:  Pasien Corona di Tulungagung Bertambah, Bayi 2 Bulan Terkonfirmasi Positif

Keluarga menduga, kematian bayi akibat persalinan yang tidak ditangani dengan baik lantaran ibu bayi reaktif saat rapid test corona.(*)

Reporter: Aan Hidayat
Editor : Yusuf Saputro