Beranda Kesehatan Was-was Pembelajaran Luring di Kota dan Kabupaten Kediri Hanya Untuk 3 Lembaga...

Was-was Pembelajaran Luring di Kota dan Kabupaten Kediri Hanya Untuk 3 Lembaga Saja, Walikota : Sekolah Tatap Muka Jangan Dulu

BERBAGI
Was-was, Pembelajaran Luring di Kota dan Kabupaten Kediri Hanya Untuk 3 Lembaga Saja
sesuai edaran dari Gubernur Jawa Timur, SMA/SMK dan SLB mulai melakukan pertemuan pembelajaran tatap muka terbatas. (foto: linda kusuma )

AGTVnews.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan edaran terkait pembelajaran tatap muka di sekolah. Pembelajaran terbatas ini akan diberikan pada siswa SMA/SMK dan SLB di Jawa Timur dengan ujicoba dimulai pada Selasa (18/7/2020) mendatang.

Meski demikian, pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas ini harus dengan persetujuan dan fasilitasi dari pemerintah daerah setempat. Wewenang penuh dilaksanakan atau tidak pembelajaran luring ini ada di kepala daerah.

Kepala Seksi Pendidikan Menengah Kejuruan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri, Sidik Purnomo mengatakan, pelaksanaan ujicoba pembelajaran tatap muka di Kediri ditunjuk 3 lembaga.

“Kita sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan gugus tugas juga. Untuk Kabupaten Kediri masih minta waktu dan mempertimbangkan terlebih dahulu. Mengingat jumlah penderita Covid yang masih fluktuatif,” jelas Sidik, Sabtu (15/8/2020).

| Baca Juga:  Karung Limbah Berbahaya Dibuang di Kediri Oleh Orang Tak dikenal

“Sementara untuk Kota Kediri, karena berada di zona kuning, jadi tinggal pelaksanaan saja,” imbuhnya.

Tiga lembaga yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan ini berdasarkan kemampuan dan kesiapan mereka dalam melaksanakan pembelajaran secara luring.

“Kita mempertimbangkan keamanan dan keselamatan siswa saat berada di sekolah. Kita juga lihat lingkungannya. Mungkin sekolah tersebut siap, tapi lingkungan sekitarnya ada yang positif. Ini yang harus kita hindari,” ucapnya.

Ditambahkan Sidik, masing-masing kelas hanya boleh diisi maksimal 25 persen dari siswa. Sistem pembelajaran yang dilakukan dengan bergantian hari masuk sekolah.

“Kita tidak menggunakan sistem shift atau beda jam, namun bergantian hari. Ini untuk memaksimalkan sterilisasi yang dilakukan di lingkungan sekolah. Dengan sistem ini dimungkinkan siswa hanya masuk 1 hari selama 4 jam, tanpa adanya jam istirahat,” imbuh Sidik.

| Baca Juga:  Dinas PUPR Kota Kediri Pastikan Akhir Desember Jembatan Brawijaya Selesai

Tiga lembaga di Kota Kediri yang ditunjuk yakni, SMA Negeri 2, SMK PGRI 2 dan SLB Putra Asih. Sementara 3 lembaga di Kabupaten Kediri diantaranya SMA Negeri 2 Pare, SMK 1 Plosoklaten dan SLB Kandat.

Sementara itu di tempat terpisah, Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengaku tidak memberikan izin dengan adanya pembelajaran tatap muka ini.

“Jangan sampai sekolah menjadi klaster baru. Sekolah dibuka untuk belakangan saja. Yang penting perekonomian bisa berjalan dulu,” tegasnya. (*)

Reporter : Linda Kusuma
Editor : Yusuf Saputro