Beranda Politik Bakal Calon Pilbup Kediri Dinyatakan Sehat Jasmani dan Rohani

Bakal Calon Pilbup Kediri Dinyatakan Sehat Jasmani dan Rohani

BERBAGI
Bakal Calon Pilbup Kediri Dinyatakan Sehat Jasmani dan Rohani
pasangan bakal calon pada Pilbup Kediri 2020 dinyatakan sehat. (foto : istimewa)

AGTVnews.com – Pasangan bakal calon pemilihan bupati dan wakil bupati di Kabupaten Kediri dinyatakan sehat secara jasmani dan rohani. Pernyataan ini disampaikan Komisi Pemilihan Umum(KPU) Kabupaten Kediri, Kamis (17/9/2020) malam.

Komisioner KPU Kabupaten Kediri Divisi Teknis Penyelenggaraan Anwar Anshori mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pada 15 dan 16 September 2020, pasangan bakal calon Hanindhito Himawan Pramono dan Dewi Mariya Ulfa dinyatakan sehat baik secara jasmani maupun rohani.

“Pemeriksaan dilakukan di RSUD Saiful Anwar Malang. Hasilnya tadi sudah diserahkan oleh tim pemeriksa setelah melalui rapat pleno. Pasangan bakal calon ini, dinyatakan sehat baik secara jasmani maupun rohani,” jelas Anwar.

| Baca Juga:  Daftar ke KPU, Tim Administrasi Anak Wali Kota Blitar Pingsan

Dengan rampungnya satu tahapan ini, maka KPU kabupaten Kediri akan melanjutkan tahapan berikutnya, yakni penetapan pasangan calon.

“Kita akan lanjutkan untuk tahapan berikutnya, yakni penetapan pasangan calon. Karena hanya ada 1 pasangan yang mendaftar dan lolos tes kesehatan, dipastikan nanti pemilihan hanya dengan pasangan tunggal,” ucapnya.

Sementara itu, Hanindito Himawan, bakal calon Bupati Kediri menyatakan bersyukur bisa lolos pada tahapan ini.

“Ya alhamdulillah, kita lolos di tahapan ini. Selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah masa kampanye di tengah pandemi,” ucap Dhito saat menerima berkas hasil pemeriksaan kesehatan di KPU Kabupaten Kediri.

| Baca Juga:  Penundaan Pilkada Akan Dicabut, KPU Kediri Aktifkan Badan Adhoc

Dikatakan Dhito perlu dicari cara, agar bisa tetap dekat ke masyarakat tanpa melanggar protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru ini.

“nanti saat masa kampanye, harus cari cara agar bisa dekat dengan masyarakat. Tanpa melanggar prokes. Kalau kita kumpulkan massa pasti melanggar, tapi kalau tidak dekatke masyarakat, ya gimana?” pungkasnya.(*)

Reporter : Linda Kusuma 
Editor : Yusuf Saputro