Beranda Politik Dapat Teror KPU Datangi Polisi

Dapat Teror KPU Datangi Polisi

BERBAGI
Dapat Teror KPU Datangi Polisi
foto kembang setaman dan boneka kertas, yang disebar di halaman kantor KPU Kota Blitar.(foto : ana alana)

AGTVnews.com – Dapat ancaman teror kembang setaman dan boneka santet, 5 komisioner KPU datangi Mapolres Blitar Kota, Jumat (11/9/2020).  Mereka berniat untuk berkonsultasi dengan adanya teror yang diterima tersebut.

Ketua KPU Kota Blitar Choirul Umam menjelaskan, konsultasi ini dilakukan agar KPU Kota Blitar sebagai penyelenggara, tetap konsentrasi menjalankan tahapan Pilwali Kota Blitar yang sedang berlangsung.

“Kita ke Polres Blitar Kota dalam rangka konsultasi terkait adanya teror yg dialamatkan kepada KPU Kota Blitar. Ini kami lakukan agar kami bisa tenang dan tetap konsentrasi dalam menjalankan setiap tahapan,” ujar Umam.

| Baca Juga:  Pilwali Kota Blitar: PPP Digaet 4 Partai, PKB Masih Dinamis

Sementara itu, Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, masih akan mengkaji terlebih dahulu. Apakah tindakan tersebut masuk kedalam ranah pidanan atau tidak.

“Saya tidak mau terjebak dengan kata-kata teror. Namun yang jelas kita memang mendapatkan informasi tentang peristiwa itu,” ujar Leonard.

Untuk langkah selanjutnya yang akan diambil pihak kepolisian, Leonard menjelaskan akan melakukan evaluasi pengamanan. Diantaranya soal penempatan petugas dan penempatan CCTV.

“Saya perintahkan intel dan serse, kita evaluasi dalam rangka kewaspadaan pengamanan. CCTV ada dan nyala, tapi kan penempatannya harus dievaluasi agar bisa mengcover seluruh area KPU sehingga kejadian serupa bisa dieliminir,”ucapnya.

| Baca Juga:  Peta Pilwali Blitar Mulai Tergambar : PKS, Golkar dan Hanura Sudah Pasti Gabung PKB, Demokrat dan PPP Masih Tarik Ulur

Leonard menambahkan, akan mengevaluasi penempatan personil kepolisian yang berjaga. “Selain evaluasi, kita juga pasti akan kita telusuri peristiwa ini maksudnya apa. Dalam kontek apa, motivasinya apa akan kita cek lebih lanjut,” pungkasnya. (*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma