Beranda Peristiwa Datang ke BPJS Kediri Serasa Mau Berlibur

Datang ke BPJS Kediri Serasa Mau Berlibur

BERBAGI
Datang ke BPJS Kediri Serasa ke Pantai Nih
suasana di lobby kantor BPJS Tenaga Kerja Kediri, serasa berlibur nih.(foto : linda kusuma )

AGTVNews.com – Ada yang berbeda di pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Kediri, Senin (7/8/2020). Bagi peserta yang datang ke kantor ini, serasa diajak untuk menikmati suasana berlibur di pantai.

Tidak ada petugas berseragam, seluruh pegawai memakai baju santai seperti di pantai. Selain itu, dekorasi kantor pun dibuat sedemikian rupa sehingga benar-benar berbeda.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kediri, Agus Suprihadi mengatakan, dekorasi tersebut emang sengaja dibuat untuk memanjakan peserta. Ini merupakan salah satu upaya untuk menyenangkan pelanggan di hari Pelanggan Nasional.

” Untuk memperingati hari pelanggan nasional, selama dua hari BPJS ketenagakerjaan membuat tampilan berbeda. Bahkan beberapa peserta yang datang ke kantor, mendapatkan souvenir. Kalau BPJS khan pelanggannya, ya peserta,” jelasnya.

| Baca Juga:  Pecel Khas Kediri Tetap Pedas Saat Cabai Mahal

Dimasa pandemi ini, BPJS ketenagakerjaan menerapkan inovasi khusus, bagi peserta yang melakukan pengurusan secara offline. Meski datang langsung ke kantor, namun peserta tidak bertatap muka secara langsung dengan customer service officer (CSO). Tatap muka dan pengurusan dilakukan melalui layar monitor.

“Ya, ini memang program kita. Namanya Lapakasik, yakni layanan tanpa kontak fisik. Dengan cara seperti ini, justru lebih efektif, karena satu pegawai bisa melayani sekitar 5 pelanggan,” jelas Agus.

Dengan adanya lapakasik ini, justru lebih banyak peserta yang bisa terlayani, sehingga waktu pengurusan menjadi lebih cepat.

| Baca Juga:  Polres Kediri Bongkar Home Industri Jamu Ilegal

Sementara itu, untuk menghindari adanya penumpukan peserta yang mengurus ke kantor. BPJS membagi pelayanannya secara online dan offline.

“Selama pandemi ini, kita sudah membagi kuota antara pelanggan yang online dan offline. Untuk yang offline hanya dibatasi 60 orang perhari. Sementara yang online 87 orang perhari. Kuota ini selalu habis setiap harinya. Dengan cara seperti ini, kita berusaha agar semua tetap sehat,” pungkasnya.

Reporter : Linda Kusuma 
Editor : Yusuf Saputro