Beranda Ekonomi Bisnis Hanya Satu Tangan, Disabilitas di Blitar Ubah Limbah Kayu Jadi Miniatur Truk

Hanya Satu Tangan, Disabilitas di Blitar Ubah Limbah Kayu Jadi Miniatur Truk

BERBAGI
Hanya Satu Tangan, Disabilitas di Blitar Ubah Limbah Kayu Jadi Miniatur Truk
meski hanya satu tangan, Purnaji mampu menghasilkan rupiah dari kerajinan limbah kayu. (foto: ana alana)

AGTVnews.com – Memiliki keterbatasan fisik, tidak menjadikan seorang Purnaji harus mengandalkan orang lain. Laki-laki warga jalan Kalasan Kelurahan Bendogerit Kota Blitar ini, justru mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah dari kerajinan yang dibuatnya.

Purnaji, merakit limbah kayu menjadi sebuah miniatur truk yang banyak digemari.

Delapan tahun lalu, Purnaji mengalami kecelakaan.  Akibat kejadian itu, dia harus kehilangan satu tangannya. Meski harus cacat,  laki-laki 42 tahun ini tidak patah arang. Dengan satu tangannya, dia bertekad untuk bisa tetap menghidupi keluarganya.

| Baca Juga:  Berduaan di Dalam Kamar Kost, Gadis Berseragam 'Tercyduk' Satpol PP

Akhirnya muncul ide untuk membuat miniatur truk dari limbah kayu. Usahanya ini semakin eksis, sejak permainan miniatur truk semakin ngehits. Bahkan ditengah pandemi, usaha Purnaji tetap berjalan dan tidak terpengaruh.

“Awalnya tidak PD sama hasilnya. Lalu saya memutuskan untuk ikut belajar di Dinas Tenaga Kerja. Setelah beberapa kali saya belajar, akhirnya saya mempraktikkannya di rumah dan berhasil. Miniatur buatan saya kemudian dibeli orang. Sejak itu saya menekuni usaha kreatif ini,” ujar Purnaji, Sabtu (12/9/2020).

| Baca Juga:  Hujan Deras Akibatkan Rumah Roboh Timpa 3 Orang

Dalam waktu 3 hari, Purnaji mampu membuat 50 miniatur truk. Satu miniatur dijual dengan harga Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Harga tersebut tergantung variasi dan ukuran yang dipesan.

“Pemesannya selain dari Blitar juga banyak yang dari Surabaya, Malang dan Kediri,” pungkasnya.

Kini dalam waktu satu bulan, Purnaji bisa menghasilkan omset hingga jutaan rupiah. Hasil ini mampu untuk menghidupi keluarganya pun  di tengah pandemi saat ini. (*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma