Beranda Hukum Kriminal Ini Kronologi Pengeroyokan Maut Penjual Kopi di Tulungagung

Ini Kronologi Pengeroyokan Maut Penjual Kopi di Tulungagung

BERBAGI
Ini Kronologi Pengeroyokan Maut Penjual Kopi di Tulungagung
Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Ardyan Yudho. (foto: maman firmansyah)

AGTVnews.com – Petugas kepolisian Resort Tulungagung menetapkan sejumlah tersangka pengeroyokan yang dilakukan  warga Desa Nyawangan Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung.

Satreskrim Polres Tulungagung telah memeriksa 18 orang yang terlibat dalam kejadian tersebut. Tujuh diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Ardyan Yudho mengatakan, 7 tersangka tersebut sudah final sesuai dengan keterangan saksi yang telah diperiksa.

“Ini sudah final seperti keterangan dari para saksi yang telah kita periksa. Yang 6 sudah kita tetapkan Jumat kemarin, yang satu ini kita tetapkan Senin malam,” ujarnya, Selasa (29/9/2020).

Tersangka yang diamankan yakni, BG (24 tahun) warga Cilincing Jakarta Utara, RN (23 tahun), YS (20 tahun), SL (46 tahun), JK(21 tahun) dan PJ (45 tahun) merupakan warga desa Nyawangan kecamatan Sendang.

Mereka ditetapkan menjadi tersangka sejak Jumat (25/9/2020) yang lalu. Satu lagi tersangka yang diamankan yakni KT (77 tahun).

| Baca Juga:  Curi HP Balita, Kakek Nyaris Dihajar Massa

Penganiayaan Dilakukan Dengan Pukulan dan Tendangan

Yudho menjelaskan, 7 tersangka ini memiliki peran masing-masing. Sebagian besar melakukan pukulan dan tendangan kepada korban.

Tersangka YS disebut sebagai tersangka yang paling banyak berperan. YS memukul dan menendang korban sejak di lokasi pertama hingga terakhir.

Sedangkan tersangka KT yang terakhir ditetapkan sebagai tersangka berperan menempeleng korban saat penganiayaan terjadi.

“YS ini perannya memukul dan menendang korban di 3 lokasi berbeda. Yang lain juga ada yang memukul dan menendang kemudian untuk tersangka terakhir ini KT itu menempeleng korban,” jelasnya.

Yudho mengatakan, dari keterangan beberapa saksi diketahui penganiayaan tersebut dilakukan di 3 lokasi berbeda.

Lokasi pertama dilakukan di depan rumah tetangga korban, kemudian korban diseret hingga di depan pos kampling sedangkan lokasi ketiga yakni di pinggir ladang tebu yang jaraknya lebih kurang 300 meter dari lokasi pertama.

| Baca Juga:  Gelar Razia di Perbatasan, Puluhan Pembalap dan Motor Brong Diamankan Polres Tulungagung

“Pertama di depan rumah tetangganya, kemudian korban dibawa ke depan pos kamling. Disitu sempat berhenti karena ketahuan istri korban, kemudian dibawa lagi ke lokasi ketiga,” terangnya.

Dalam pengeroyokan tersebut, Yudho menyebut, tidak ada alat maupun benda tajam yang digunakan para pelaku.

“Sepanjang pengeroyokan dilakukan dengan pukulan dan tendangan yang dilakukan secara bersama-sama kepada korban,” pungkasnya.

Beberapa barang bukti yang diamankan petugas diantaranya, pakaian korban dan sebuah tali yang digunakan tersangka untuk mengikat korban dari lokasi pertama hingga lokasi terakhir.

Sebelumnya, seorang penjual kopi, Suyatno (55 tahun) warga Desa Nyawangan Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung tewas setelah dikeroyok oleh sejumlah warga desa. Pengeroyokan terjadi karena warga meras jengkel, korban dianggap sebagai otak beberapa kejadian pencurian di desa tersebut. (*)

Reporter : Maman Firmansyah
Editor : Linda Kusuma