Beranda Hukum Kriminal Jadi Tersangka, Pasutri Penjual Miras Maut di Blitar Campur Alkohol Dengan Air...

Jadi Tersangka, Pasutri Penjual Miras Maut di Blitar Campur Alkohol Dengan Air Sumur

BERBAGI
Jadi Tersangka, Pasutri Penjual Miras Maut di Blitar Campur Alkohol Dengan Air Sumur
pasutri penjual miras di Blitar ini mengoplos alkohol da air sumur. (foto : ana alana)

AGTVnews.com – Pasangan suami istri SU dan AB warga Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar ditetapkan sebagai tersangka.

Penjual minuman keras (miras) oplosan ini ditetapkan sebagai tersangka, setelah miras yang dijualnya menewaskan 3 orang.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard F Sinambela mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan dan berdasarkan alat bukti serta barang bukti, keduanya ditetapkan sebagai tersangka.

“Kita kita sangkakan dengan pasal 204 KUHP tentang tindak pidana menjual dan menawarkan barang yang berbahaya bagi jiwa dan kesehatan orang. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ujar Kapolres Blitar Kota, Kamis (3/9/2020).

Kapolres menjelaskan, pasutri ini membeli alkohol sebanyak 10 liter di sebuah toko di Kediri pada Sabtu (29/8/2020). Kemudian alkohol ini dioplos dengan komposisi 4 liter alkohol, 14 liter air mineral isi ulang dan 3 liter air sumur.

| Baca Juga:  Produsen Miras Oplosan Omset Ratusan Juta Digrebek Polisi

“Oplosan ini kemudian dimasukkan ke botol air mineral kemasan satu setengah liter. Kemudian dijual Rp 60 ribu perbotol,” ujar Leonard.

Pasutri Tersebut Juga Lakukan Pemalsuan Miras

Ditambahkan Leonard, setelah dilakukan penyelidikan dan penggeledahan di rumah tersangka, selain ditemukan barang bukti jerigen dan botol bekas, juga didapati label miras merk Whisky, Vodka dan Bintang Kuntul serta botol bekas sesuai merk-merk tersebut.

Pengakuan tersangka, sebelum menjual miras oplosan dalam kemasan air mineral, mereka juga pernah melakukan pemalsuan miras. Pemalsuan ini dilakukan sejak setahun lalu, namun karena kurang laku kemudian keduanya banting setir menjual miras oplosan dalam kemasan air mineral.

“Kalau yang label kan harus pakai cukai, jadi tidak kami lanjutkan, itu hanya sisanya. Kemudian beralih ke yang oplosan itu. Kita gak tahu itu alkohol murni atau tidak,” ujar AB saat pres rilis di Mapolres Blitar.

| Baca Juga:  Bersiap New Normal, Pemkot Sidak Pasar Tradisional di Blitar

Sebelumnya tiga orang meninggal dunia usai menggelar pesta miras di Jalan Flores, Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar Minggu (30/8/2020).

Ketiganya meninggal dunia secara beruntun. Korban pertama meninggal Senin (31/8/2020). Sementara korban kedua dan ketiga meninggal sehari kemudian Selasa (1/9/2020) setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi total ada tujuh orang yang ikut serta dalam pesta miras. Selain tiga orang yang meninggal dunia, 1 orang masih dalam perawatan sementara tiga sisanya dalam kondisi sehat. (*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma