Beranda Hukum Kriminal Lagi-lagi Polisi Tutup Kafe di Blitar

Lagi-lagi Polisi Tutup Kafe di Blitar

BERBAGI
Lagi-lagi Polisi Tutup Kafe di Blitar
Empat kafe dan tempat nongkrong di Blitar disegel petugas menggunakan garis polisi. (foto: ana alana)

AGTVnews.com – Empat kafe dan tempat nongkrong di Blitar ditutup dan diberi garis polisi, Sabtu (19/9/2020).  Petugas terpaksa melakukan tindakan tegas, karena lokasi tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan, pengunjung tetap berkerumun bahkan tidak memakai masker.

Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetyo mengatakan, penutupan dilakukan saat dilaksanakannya patroli skala besar, dalam rangka operasi Yustisi Penegakan disiplin protokol kesehatan di wilayah hukum Polres Blitar.

“Tempat usaha kafe dan tempat nongkrong yang tidak menjalankan protokol kesehatan di tutup sementara sebanyak 4 lokasi. Kami sudah beri himbauan agar pemilik usaha ini memperhatikan penerapan protokol kesehatan. Ini sudah berkali-kali disosialisasikan. Namun karena membandel kita beri sanksi penutupan sementara,” terang Kapolres Blitar.

| Baca Juga:  Pengangguran Larikan Motor Calon Nasabah BPR

Selain menutup 4 tempat usaha, warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan juga diberi sanksi sesuai pelanggaran yang dilakukan.

Sanksi yang diberikan diantaranya sanksi teguran lisan sebanyak 92 orang, teguran tertulis 76 orang, sanksi sosial 73 orang, sanksi administrasi Tipiring 7 orang dan sanksi tilang 3 orang.

“Kemudian ada juga pelanggar yang tidak bawa identitas ada 25 orang remaja. Mereka kami bawa ke Mapolres untuk dimintai keterangan dan diberi pembinaan,” tegasnya.

Kapolres menambahkan, operasi Yustisi rutin dilakukan untuk memutus penularan Covid-19 di Kabupaten Blitar yang hingga sekarang masih masuk zona oranye.

| Baca Juga:  Ini Daftar Korban Tewas Bus Pariwisata Guru TK Tulungagung

Hal ini sebagai implementasi Inpres nomor 6 tahun 2020 dan dengan dasar aturan Perda Provinsi Jatim No 2 Tahun 2020 Jo Perda Provinsi No 1 Tahun 2019, Pergub No 53 Tahun 2020 dan Perbup No 40 Tahun 2020.

“Jadi ini rutin. Sebelumnya kami juga telah menindak 8 tempat nongkrong dan sejumlah warga yang masih bandel tidak mau mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.(*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma