Beranda Politik Mak Rini Perempuan Penantang Petahana di Pilbup Blitar

Mak Rini Perempuan Penantang Petahana di Pilbup Blitar

BERBAGI
Rini Syarifah atau lebih akrab disapa Mak Rini, menyerahkan berkas pendaftaran calon Bupati Blitar kepada Ketua KPU Kabupaten Blitar. (foto: ana alana)

AGTVnews.com – Pemilihan Bupati Blitar tahun 2020 bakal lebih seru dari sebelumnya. Tahun ini, pasangan Cabub-cawabub petahana akan mendapat lawan kuat.

Penantang petahana adalah pasangan Rini Syarifah-Rahmad Santoso. Pasangan ini diusung 3 partai parlemen yakni PKB, PAN dan PKS. Keduanya mendaftar ke KPU setempat, Sabtu siang (5/9/2020).

Ketua tim pemenangan pasangan Mak Rini-Rahmad Santoso, Abdul Munib mengatakan, pasangan ini merupakan solusi atas kondisi Kabupaten Blitar lima tahun terakhir yang dinilai stagnan.

“Perhitungan koalisi (PKB, PAN, PKS) mengambil orang baru karena ternyata pembangunan lima tahun terakhir biasa saja. Kita sebisa mungkin mencari solusi atas kondisi itu,” ujar Munib saat mendampingi Mak Rini-Rahmad Santoso ke KPU Kabupaten Blitar.

Munib mengaku tidak risau dengan popularitas Mak Rini dan wakilnya yang masih terbilang rendah. Sebab pasangan petahana yang dilawan prestasinya biasa saja.

“Yang dilawan sekarang ini kan biasa-biasa saja, jadi tidak masalah. Menaikkan elektabilitas sosok baru ini mudah kalau lawannya biasa saja,” bebernya.

Mak Rini yang merupakan seorang pengusaha itu juga menjadi satu-satunya wanita yang akan bertarung pada Pilbup Blitar 2020. Mak Rini bahkan mengukir sejarah sebagai satu-satunya calon bupati perempuan dalam kurun waktu satu dekade terakhir.

“Banyak potensi yang bisa digali dan perlu dimaksimalkan. Meningkatan ekonomi masyarakat, serta memberdayakan perempuan dan anak agar menjadi lebih sejahtera adalah satu diantara tekad saya,” ujar Mak Rini usai pendaftaran.

Sebelumnya, Bapaslon petahana Rijanto-Marhaenis mendaftarkan ke KPU Kabupaten Blitar pada Jumat (4/9/2020). Rijanto-Marhaenis diusung enam Parpol. Diantaranya PDIP, Nasdem, Demokrat, Golkar, Gerindra dan PPP.(*)

Reporter: Ana alana
Editor : Yusuf Saputro