Beranda Peristiwa Petani di Blitar Bayar Sertifikat Tanah dengan Hasil Ladang

Petani di Blitar Bayar Sertifikat Tanah dengan Hasil Ladang

BERBAGI
Ratusan petani sekitar Perkebunan Karangnongko gerudug kantor BPN Kaupaten Blitar mempertanyakan lambannya penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM). (foto: ana alana)

AGTVnews.com – Ratusan petani yang tinggal di sekitar Perkebunan Karangnongko Desa Modangan Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, gerudug Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Blitar, Senin siang (7/9/2020).

Kedatangan mereka untuk mempertanyakan lambatnya proses pembagian tanah redistribusi kepada 600 kepala keluarga. Hingga kini mereka hanya dijanjikan akan mendapat Sertifikat Hak Milik (SHM).

Massa datang ke kantor BPN Kabupaten Blitar membawa hasil ladang seperti pisang dan palawija, sebagai simbol pembayaran sertifikat yang belum kelar sejak 2008 lalu.

| Baca Juga:  Sony Sandra Klaim Kepemilikan Tanah di Pantai Sine Tulungagung

Koordinator aksi, Joko Trisno menjelaskan, bahwa sudah ada putusan hukum yang menyepakati pembagian lahan. Diamanatkan redistribusi lahan seluas 233 hektare, dengan rincian untuk masyarakat seluas 133 hektare dan pihak kebun yang memperpanjang HGU seluas 90 hektare.

“Jadi berita acara sudah ada, putusan hukum sudah inkrah namun belum dilaksanakan. Masih ada oknum yang menguasai lahan seluruhnya,” ujar Joko.

Massa ditemui Kasi Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan (PMPP) BPN Kabupaten Blitar, Budi Handoyo. Budi menyatakan, jika penerbitan sertifikat baru bisa dilakukan jika telah ada rekomendasi dari Gugus Tugas Reformasi Agraria (GTRA) Pemkab Blitar.

| Baca Juga:  Tidak Terima Putusan Pengadilan, Yayasan Rukun Sejati Ajukan Banding

“Kami akan segera mengecek tahapan di lapangan seperti apa. Putusan ini harus dilaksanakan. Nanti kita koordinasi dulu Pemkab Blitar untuk realisasinya,” beber Budi.

Usai mendapat penjelasan, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Mereka berjanji akan menagih kembali janji penerbitan SHM bila tak kunjung tuntas.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor : Yusuf Saputro