Beranda Hukum Kriminal Polisi Blitar Tetapkan Penjual Miras Oplosan Sebagai Tersangka

Polisi Blitar Tetapkan Penjual Miras Oplosan Sebagai Tersangka

BERBAGI
Polisi Blitar Tetapkan Penjual Miras Oplosan Sebagai Tersangka
Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani. (foto: ana alana)

AGTVnews.com – Korban minuman keras (miras) maut di Kabupaten Blitar bertambah jadi 3 orang. Korban ketiga ini adalah warga Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar berinisial AS (27 tahun). AS meninggal dunia pada Selasa (22/9/2020).

Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya mengatakan, dengan adanya satu tambahan korban, kepolisian kemudian bertindak cepat dengan melakukan penyelidikan.

“Ditemukan barang bukti berupa botol bekas miras, jenis arak jowo (Arjo). Penyidik kemudian menelusuri darimana para korban membeli miras jenis Arjo tersebut dan berhasil mengamankan dua orang,” jelas Fanani, Kamis (24/9/2020).

Dua orang yang diamankan ini adalah seorang sopir  berinisial S dan seorang pemilik kios berinisial B, warga Kecamatan Kanigoro. Untuk S dikenakan wajib lapor karena tidak ada sangkut pautnya. Sementara B ditetapkan sebagai tersangka.

| Baca Juga:  Bus Maut Terjun ke Sungai di Blitar Berpenumpang Kepala Sekolah Dan Guru Pengawas TK

“B mengaku mendapatkan miras jenis Arjo ini dari Surabaya. Kami lakukan pengejaran terhadap pemasok di Surabaya ini, namun pelaku sudah melarikan diri. Akan kita buru sampai dapat, karena miras yang dijualnya sudah menelan korban jiwa warga Kabupaten Blitar,” terangnya.

Fanani menambahkan, miras jenis Arjo yang diminum para korban saat pesta miras tersebut mengandung alkohol 90 persen. Mereka kemudian juga mencampurkan dengan minuman energi.

Pesta miras yang merenggut tiga korban jiwa ini terjadi pada Jumat (18/9/2020), sekitar pukul 22.00 WIB. Ada 8 pemuda, termasuk ketiga korban, yang ikut dalam pesta miras yang digelar di wilayah Kecamatan Kanigoro.

| Baca Juga:  Tidak Terbukti Cekoki Kucing Dengan Ciu, Azzam jadi Tersangka

Kemudian Minggu 20 September, sekitar pukul 13.00 WIB dua korban MS dan BS korban merasa tidak enak badan, sesak napas dan pusing. Selanjutnya mereka dibawa ke rumah sakit di Kota Blitar namun nyawa keduanya tidak tertolong. Gejala serupa juga dialami korban ketiga AS sebelum meregang nyawa. (*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma