Beranda Hukum Kriminal Polisi Tulungagung Kejar-kejaran dengan Pemasok Ciu Solo

Polisi Tulungagung Kejar-kejaran dengan Pemasok Ciu Solo

BERBAGI
Polres Tulungagung menunjukkan barang bukti penangkapan miras oplosan asal Solo menuju Tulungagung. Dua tersangka diamankan dan kini masih dilakukan pemeriksaan. (foto: maman firmansyah)

AGTVnews.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tulungagung mengamankan sebuah minibus berisi 360 botol arak jawa (ciu) di sekitar Desa Plandaan Kecamatan Kedungwaru Tulungagung.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia didampingin Kasatreskrim, AKP Ardyan Yudho menjelaskan, penangkapan tersangka berhasil dilakukan setelah jajarannya membuntuti pelaku sejak masuk ke wilayah Tulungagung.

Anggotanya yang menggunakan mobil dan sepeda motor sudah memetakan potensi pencegatan agar tersangka bisa ditangkap. Namun sesampainya di lokasi lalu lintas ramai di simpang empat Mangunsari Tulungagung, tersangka berusaha menabrak petugas yang menghalaunya.

| Baca Juga:  Akun Facebook Ini Diintai Polisi Karena Meresahkan

Pengejaran terus dilakukan hingga mobil tersangka mengarah ke pinggir kali desa Mangunsari. Saat kondisinya memungkinkan, sekali lagi anggotanya berusaha mencegat, namun tersangka nekat hingga berusaha menabrak anggota polisi.

“Anggota kita sampai ditabrak itu, kemudian di pinggir sungai itu kan ada tempat sampah nah kita pepet disitu tapi bisa lolos lagi sampai anggota hampir masuk ke sungai. Kita berikan tembakan peringatan tidak digubris” beber AKBP Pandia.

Tersangka yang berusaha kembali ke jalan raya akhirya diaamanakan di sebelah timur jembatan plengkung. Saat hendak ditangkap, tersangka masih sempat memberikan perlawanan namun bisa dilumpuhkan oleh petugas.

| Baca Juga:  Lakukan Digital Forensik Akun Pujiati, Polisi Temukan Ratusan Ujaran Kebencian

Pandia menjelaskan, 360 botol ciu dalam botol ukuran 1,5 liter tersebut dibawa oleh tersangka dari Sukoharjo Solo menuju ke Tulungagung. “Ciunya dari Solo, ngakunya sudah 3 kali mengirimkan ciu. Tapi kemana-mananya masih belum jelas,” ungkapnya.

Pandia menjanjikan terus mengembangkan temuan ini, sehingga bisa terbongkar jaringannya di Tulungagung.(*)

Reporter: Maman Firmansyah
Editor : Yusuf Saputro