Beranda Pemerintahan Puluhan Ribu Pekerja di Kediri Harap-harap Cemas BSU Pemerintah

Puluhan Ribu Pekerja di Kediri Harap-harap Cemas BSU Pemerintah

BERBAGI
Puluhan Ribu Pekerja di Kediri Harap-harap Cemas BSU Pemerintah
Kepala BP Jamsostek Cabang Kediri, Agus Suprihadi. (foto : linda kusuma)

AGTVnews.com – Sejumlah pekerja penerima upah di bawah Rp 5 juta di Kediri harap-harap cemas. Mereka was-was, apakah akan mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah atau tidak.

Dari data di BP Jamsostek Cabang Kediri, terdapat sekitar 93 ribu pekerja yang sudah mendaftar. Mereka terbagi untuk wilayah Kota dan Kabupaten Kediri.

Kepala BP Jamsostek Cabang Kediri, Agus Suprihadi mengatakan, data sejumlah peserta penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang sudah disetorkan ke pemerintah pusat sejumlah 93 ribu peserta.

Bagi peserta yang mendapatkan bantuan atau telah terverifikasi, dana akan langsung masuk ke rekening pribadi dan tidak lagi melalui BP Jamsostek.

“Ya kalau dulu disebut bantuan langsung tunai, sekarang disebutnya Bantuan Subsidi Upah atau BSU. Siapa saja yang menerima, itu nanti yang tahu ya pekerjanya sendiri. Karena langsung masuk ke rekening pribadi dan tidak melalui BP Jamsostek lagi,” jelas Agus, Rabu (9/9/2020).

| Baca Juga:  Pemkot Kediri Bersinergi Untuk Pecahkan Persoalan Sosial

Ditambahkan Agus, setiap pekerja yang mendapat upah dibawah Rp 5 juta, berhak akan mendapatkan BSU. Asalkan nomor rekening yang diajukan sesuai dengan nama peserta.

“Tidak ada perbedaan, untuk nomor rekeningnya. Apakah itu bank swasta ataupun bank pemerintah. Semuanya bisa, asalkan setelah diverifikasi sesuai antara nama pemilik rekening dan penerima BSU,” ucapnya.

5000 an Pekerja Klaim Dana JHT

Sementara itu, disaat pandemi ini, ada sekitar 5000 an pekerja di Kediri yang melakukan klaim JHT. Klaim dilakukan karena para pekerja ini sudah berhenti atau dirumahkan oleh perusahaannya.

| Baca Juga:  Tertimpa Pohon, Rumah Warga Kediri Hancur

“Kondisi di Kediri masih cukup stabil ya. Tidak banyak yang di PHK oleh perusahaannya. Jumlah 5000 ini masih sangat kecil dengan jumlah seluruh peserta yang ada,” jelasnya.

Melalui kepesertaan di BP Jamsostek, ada jaminan bagi pekerja. Meski sudah dirumahkan, ataupun di PHK, masih bisa mendapatkan jaminan.

“Harapannya, nantinya semua pekerja yang ada di Kediri bisa ikut BP Jamsostek. Ini juga untuk kesejehateraan pekerja, mereka menabung untuk nanti,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Pencairan BLT atau BSU di tahap 2 akan dilakukan pada bulan September ini. Pencairan tersebut untuk periode September-Oktober dengan nilai sebesar Rp 1,2 juta.(*)

Reporter : Linda Kusuma 
Editor : Yusuf Saputro