Beranda Peristiwa Warga NU Kediri Segel Kantor PKB

Warga NU Kediri Segel Kantor PKB

BERBAGI
Aksi penyegelan kantor PKB Kabupaten Kediri oleh massa Nahdlatul Ulama. (foto: linda kusuma)

AGTVnews.com – Ratusan warga Nahdatul Ulama (NU) dari sejumlah elemen meluruk kantor DPC PKB Kabupaten Kediri, Kamis (10/9/2020). Mereka terdiri diantaranya, Fatayat, Muslimat maupun Pagar Nusa.

Aksi ini merupakan akumulasi rasa tidak puas warga NU Kediri terhadap PKB yang merupakan mesin politis praktis mereka. Aksi dilakukan oleh sejumlah anggota NU se-Kabupaten Kediri.

Ratusan massa membawa beragam poster dan tuntutan. Aksi digelar di kantor DPC PKB di Jalan Pamenang Kabupaten Kediri. Dalam orasinya, massa meminta agar PKB mengembalikan kantor yang ditempatinya saat ini kepada NU.

Dalam aksi tersebut massa menyegel dan menutup papan nama DPC PKB, bahkan pagar kantor juga ikut digembok.

| Baca Juga:  Ratusan Warga Protes Pembangunan Pabrik Gula

Koordinator aksi, Kang Abu Muslih, mengatakan, aksi tersebut dilakukan untuk menyelamatkan PKB dari orang yang tidak bertanggung jawab.

Selama ini, PKB dinilai tidak pernah melakukan komunikasi yang baik dengan kyai-kyai NU. Apa yang dilakukan hanya berdasarkan kepentingan PKB saja.

“Kita sebagai warga NU ingin menyelamatkan PKB, dari orang-orang tertentu yang sudah tidak lagi berakhlak seperti NU. Tidak ada komunikasi kepada kyai. Semua dianggap bisa sendiri, seolah-olah tidak membutuhkan NU lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Syuro PKB, Umar Faruqh mempersilahkan jika NU akan mengambil kantor DPC PKB. Karena secara tertulis, kantor tersebut atas nama PCNU Kabupaten Kediri.

| Baca Juga:  Gelar Demo, Ratusan Warga Minta Pemkab Hentikan Kriminalisasi Warga Kruwuk

“Lho monggo saja, silahkan kalau mau diambil. Kita persilahkan, asal saja harus melewati pleno NU terlebih dahulu. Jika tidak melalui itu, tidak bisa,” ucapnya.

Gus Faruqh menolak apa yang disampaikan oleh massa. Menurutnya selama ini PKB telah melakukan komunikasi yang baik dengan Kyai NU. Tidak ada tindakan semaunya sendiri.

“Kalau namanya anak yang nakal, biasa. Dijewer, dicubit itu biasa. Tapi tidak ada yang namanya membangkang orang tua. PKB itu masih NU kok. Kita ini masih NU,” pungkasnya.

Setelah menyempaikan aspirasi, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.(*)

Reporter : Linda Kusuma 
Editor : Yusuf Saputro