Beranda Hukum Kriminal Buntut Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law, 7 Pemuda di Kediri Diamankan Polisi

Buntut Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law, 7 Pemuda di Kediri Diamankan Polisi

BERBAGI
Kelompok Gurah diamankan Satreskrim dan Intelkam Polres Kediri karena mengumpulkan batu untuk persiapan ricuh melawan petugas. (foto: istimewa)

AGTVnews.com – Aksi ratusan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kediri Raya menolak UU Omnibus Law, berbuntut panjang. Sebanyak 7 peserta aksi diamankan petugas karena diduga akan membuat onar.

Aksi yang digelar di depan gedung DPRD Kabupaten Kediri, kemarin (12/10/2020) itu, rupanya dipantau petugas Intelkam dan Satreskrim Polres Kediri.

Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono menjelaskan, dari hasil interogasi, terdapat dua kelompok yang diduga akan melakukan kerusuhan di kantor DPRD Kabupaten Kediri.

“Satu kelompok berasal dari Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Kelompok satunya berasal dari Kabupaten Nganjuk,” jelas AKBP Lukman Cahyono, Selasa (13/10/2020) melalui siaran pers.

| Baca Juga:  Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law, Mahasiswa dan Polisi Kediri Sempat Terlibat Aksi Dorong

Berdasarkan pemeriksaan, kelompok Gurah berjumlah 3 pemuda. Mereka bergabung bersama pendemo namun di lokasi mengumpulkan batu untuk persiapan ricuh.

“Batu-batu tersebut ditaruh di pinggir trotoar. Rencananya akan digunakan untuk melempari petugas yang sedang melaksanakan pengamanan demo bilamana demo tersebut eskalasinya meningkat,” imbuh Kapolres Kediri.

Sementara kelompok Nganjuk berjumlah 4 orang. Mereka diamankan karena menyimpan ketapel dalam jok motor.

Meskipun diamankan dan dilakukan interogasi, para pemuda ini tidak dijerat pidana. “Kami berkoordinasi dengan orang tua mereka. Selain itu kami juga memberikan pembinaan. Namun, untuk pembinaan lebih lanjut kami serahkan kepada orang tua masing-masing,” pungkas Kapolres.(*)

Reporter: Linda Kusuma
Editor : Yusuf Saputro