Beranda Politik Bawaslu Blitar Sesalkan Cabup Kucing-kucingan Gelar Kampanye

Bawaslu Blitar Sesalkan Cabup Kucing-kucingan Gelar Kampanye

BERBAGI
Abdul Hakam Sholahuddin, Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar. (foto: ana alana)

AGTVnews.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blitar menyesalkan adanya pasangan calon bupati dan wakil bupati Blitar menggelar kampanye tanpa mengurus surat tanda terima pemberitahuan kampanye (STPPK) ke kepolisian.

Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar, Abdul Hakam Sholahuddin mengatakan, paslon bisa memanfaatkan masa kampanye dengan cara yang patut dan sesuai peraturan perundang-undangan.

Hakam menjelaskan, metode kampanye sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 antara lain pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, pemasangan alat peraga kampanye (APK) ataupun pembagian bahan kampanye (BK).

| Baca Juga:  Hari Kedua Masa Tenang Pemilu 2019, APK Masih Bertebaran di Blitar

“Jadi blusukan termasuk jenis kampanye. Kami meminta kepada paslon untuk mengurus STTPK ke Polres Blitar yang kemudian ditembuskan ke Bawaslu dan KPU,” ujar Hakam, Senin (12/10/2020).

Hakam berharap paslon bisa tertib dan patuh aturan serta protokol kesehatan Covid- 19. Bawaslu berharap tidak ada lagi paslon yang blusukan dan menemui warga tanpa mengantongi STTPK.

Bawaslu mendapati paslon yang blusukan ini berdalih mendapat undangan dari warga. Sehingga paslon tidak mengurus STTPK. “Kalau memang mau kampanye silakan. Toh saat ini masa kampanye. Tapi jangan kucing-kucingan dengan pengawas pemilu,” tandasnya.

| Baca Juga:  Bawaslu Kabupaten Blitar Tertibkan Baliho Kampanye

Kegiatan paslon yang blusukan tanpa STTPK ini, diakui Hakam cukup menyulitkan Bawaslu. Baik dalam pengawasan secara metode pelaksanaan maupun protokol kesehatan. Meski begitu,

Hakam menegaskan, jika diketahui di setiap kegiatan paslon tersebut ada yang melanggar protokol kesehatan covid 19, pihaknya akan memberikan surat peringatan kepada paslon dan tim kampanye.

“Kami berikan waktu 1 x 1 jam setelah surat peringatan diberikan untuk mematuhi aturan. Jika tidak diindahkan maka akan kami bubarkan,” tegas Hakam.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor : Yusuf Saputro