Beranda Pemerintahan Cegah Klaster Lokalisasi, Dinsos Kediri Minta WPS Alih Profesi

Cegah Klaster Lokalisasi, Dinsos Kediri Minta WPS Alih Profesi

BERBAGI
Cegah Klaster Lokalisasi, Dinsos Kediri Minta WPS Alih Profesi
sejumlah wps di eks lokalisasi Kabupaten Kediri, enggan beralih profesi. (foto: istimewa)

AGTVnews.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kediri terus melakukan sosialisasi terkait protokol kesehatan ke sejumlah tempat eks lokalisasi yang ada di wilayah Kabupaten Kediri. Diketahui hingga saat ini beberapa tempat tersebut masih melakukan aktifitasnya.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Kediri, Dyah Saktiana mengaku kesulitan untuk mengajak para wanita penjaja seks (wps) agar beralih profesi. Terlebih saat pandemi ini.

“Mereka kebanyakan, bingung harus kerja apa yang bisa menghasilkan uang. Sementara jika harus beralih ke pekerjaan lain pasti harus memerlukan waktu dan penyesuaian,” jelasnya, Jumat (16/10/2020).

Dikatakan Diah, kondisi yang sama juga berlaku bagi pemilik rumah atau mucikarinya. Mereka juga sulit untuk diajak beralih profesi.

| Baca Juga:  Pemkab Kediri, Canangkan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat ke-15

“Masa pandemi ini, mereka mengaku kehilangan banyak pendapatan. Dulunya satu minggu bisa ada 10 orang yang datang, namun saat ini hanya ada 1 saja,” ucapnya.

Diah merasa, dengan adanya sikap apatis dari wps maupun pemilik rumah ini, membuat kegiatan monitoring yang dilakukan pihaknya menjadi terhambat.

“Ya sekarang ini, yang bisa kita lakukan adalah monitoring saja. Karena kita tidak bisa melakukan kegiatan yang mengumpulkan massa dengan jumlah banyak. Padahal mereka ini perlu kita ajak, dan kita arahkan agar bisa beralih profesi,” tuturnya.

Diah hanya bisa berharap, dengan adanya pandemi ini para wps dan pemilik rumah bisa beralih profesi.

| Baca Juga:  Bupati Kediri Ajak Pengurus Osis Bantu Difabel

“Sebelum Perda ketertiban Umum diterapkan, ya harapannya mereka semua sudah mau beralih profesi,” ucapnya.

Sementara itu, satu diantara wps yang ada di daerah Krian, Ngadiluwih mengaku memilih pekerjaan wps setelah dirinya menjanda.

“Ya, khan saya tidak mengganggu siapa-siapa dan dapat uang. Yang penting bisa dapat uang untuk bisa hidup,” pungkasnya.

Beberapa eks lokalisasi yang telah dimonitoring oleh dinsos diantaranya, eks Lokalisasi Desa Butuh Kecamatan Kras serta eks lokalisasi Krian Ngadiluwih. (*)

Reporter : Linda Kusuma 
Editor : Yusuf Saputro