Beranda Politik Debat Publik Pertama Pilwali, Paslon Malu-malu Adu Visi Misi

Debat Publik Pertama Pilwali, Paslon Malu-malu Adu Visi Misi

BERBAGI
Debat Publik Pertama Pilwali, Paslon Malu-malu Adu Visi Misi
debat publik pertama berjalan adem ayem. (foto: ana alana)

AGTVnews.com – Dua pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Blitar terlihat malu-malu dan tidak garang dalam menyampaikan visi misinya. Kesan ini terlihat saat debat publik pertama yang digelar di Gedung Kesenian Kota Blitar, Rabu (21/10/2020) malam

Hal ini diakui ketua KPU Kota Blitar Choirul Umam dan akan jadi bahan evaluasi. Evaluasi yang akan dilakukan adalah soal teknis eksekusi.

Pada segmen keempat seharusnya menjadi momen seru bagi kedua paslon untuk saling mendebat soal kesejahteraan sosial yang menjadi tema debat publik malam itu. Namun pada eksekusinya, kedua paslon terlihat kalem, tak ada adu bantah.

“Para paslon mungkin masih perlu beradaptasi. Pada sesi debat terbuka diberikan kesempatan untuk saling mendebat satu sama lain. Namun keduanya masih terlihat kalem dan berusaha untuk meredam suhu,” ujar Umam, Kamis (22/10/2020).

| Baca Juga:  Dapat Teror KPU Datangi Polisi

Umam menambahkan, secara umum debat pertama ini berjalan lancar. Ia berharap debat publik kedua diharapkan berjalan lebih hangat.

“Pada debat kedua nanti diharapkan para palson lebih hangat dan menyampaikan program maupun gagasan bila terpilih memimpin Kota Blitar,” ujarnya.

Debat Maksimal Digelar 3 Kali Hingga jelang Pemilihan

Untuk diketahui, dalam PKPU nomor 11 tahun 2020 terkait perubahan PKPU nomor 4 tahun 2017, debat publik maksimal bisa dilaksanakan sebanyak tiga kali.

Setelah debat publik pertama, KPU Kota Blitar akan kembali menggelar debat publik pada Selasa 10 November 2020. Debat kedua ini mengangkat soal tata kelolaan pemerintah. Dan debat sesi ketiga atau yang terakhir pada Selasa 24 November 2020 tentang pembangunan ekonomi.

| Baca Juga:  Sah, 4 Pasangan Calon Kepala Daerah Blitar Raya Ditetapkan

Dalam debat publik ini, KPU Kota Blitar membatasi kehadiran di dalam arena debat karena masih dalam kondisi pandemi. Sesuai PKPU, dalam debat publik hanya dibatasi 19 orang yang ada didalam ruangan. Jumlah itu terdiri dari 2 Paslon (total 4), 2 Bawas, 4 Tim Kampanye masing-masing paslon dan KPU 5 orang.

Diketahui, paslon Henry Pradipta Anwar-Yasin Hermanto diusung tiga partai politik diantaranya PKB, PKS dan Golkar. Sementara paslon Santoso-Tjujuk Sunario diusung PDIP, PPP, Demokrat, Gerindra dan Hanura. (*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma