Beranda Peristiwa Ini Besarnya Biaya Urus Izin Hajatan di Tulungagung Saat Pandemi

Ini Besarnya Biaya Urus Izin Hajatan di Tulungagung Saat Pandemi

BERBAGI
Ini Besarnya Biaya Urus Izin Hajatan di Tengah Pandemi
Salah satu warga Tulungagung mengajukan izin gelar hajatan di tengah pandemi. (foto: maman firmansyah)

AGTVnews.com – Kabupaten Tulungagung telah memberikan izin untuk pelaksanaan hajatan di tengah pandemi. Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tulungagung mencatat ratusan pemohon hajatan selama pandemi ini.

Selama April hingga September ada 416 pemohon. Sementara hingga medio Oktober ada 300an warga yang telah mengajukan permohonan izin hajatan.

Anggota Satgas Pengendalian Operasional GTPP, Dedi Eka Purnama mengatakan, tidak ada tarif biaya untuk mengajukan izin permohonan hajatan ini.

“Ada pemohon yang nanya, berapa biaya untuk mengajukan izin hajatan. Kabarnya sampai 7 hingga 8 juta. Itu tidak benar. Semuanya gratis tidak ditarik biaya sedikitpun,” jelasnya,” Jumat (23/10/2020).

| Baca Juga:  66 Pasien Positif di Tulungagung Dinyatakan Sembuh

Dedi menegaskan, untuk memproses izin hajatan tidak diperlukan biaya sama sekali alias gratis. ” Untuk fotocopy berkas menjadi tanggung jawab dari pemohon, dan diurus sendiri oleh pemohon,” tegasnya.

Dedi meminta untuk pemohon, diharapkan untuk melengkapi berkas-berkas yang diperlukan sehingga bisa segera diproses.

Beberapa berkas yang disiapkan diantaranya surat pengantar dari desa atau kelurahan, kemudian denah lokasi dan layout lokasi hajatan, kemudian fotokopi KTP dan berkas lainnya.

“Saran kami agar pemohon mengurusnya sendiri ke gugus tugas, bukan lewat orang lain, nantinya kalau sudah keluar izinnya akan langsung disampaikan kepada pemohon,” ucapnya.

| Baca Juga:  Was-was Pembelajaran Luring di Kota dan Kabupaten Kediri Hanya Untuk 3 Lembaga Saja, Walikota : Sekolah Tatap Muka Jangan Dulu

Proses permohonan izin diperlukan waktu paling cepat 4 sampai 5 hari. Untuk itu, para pemohon agar tidak mengajukan permohonan mepet waktu hajatan. (*)

Reporter : Maman Firmansyah
Editor : Linda Kusuma