Beranda Kesehatan Muncul Klaster Pondok, 7 Santri Suluk Thareqah Blitar Positif Covid-19

Muncul Klaster Pondok, 7 Santri Suluk Thareqah Blitar Positif Covid-19

BERBAGI
Muncul Klaster Pondok, 7 Santri Suluk Th
data sebaran Covid-19 di Kabupaten Blitar per- 6 Oktober 2020. (sumber : dinkes kabupaten Blitar)

AGTVnews.com – Tujuh santri Suluk Thareqah Blitar terkonfirmasi positif Covid-19. Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti mengatakan, awalnya ada satu santri yang mengalami gejala mengarah ke Covid-19.

Santri tersebut merupakan warga Kecamatan Wonodadi dan baru pulang dari pondok pesantren di Kecamatan Udanawu. Kemudian dilakukan test swab dan hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19.

“Dari satu santri ini kami kemudian melalukan tracing. Hasilnya kami temukan lagi dua santri yang juga positif Covid-19. Keduanya dari Kecamatan Nglegok dan dari Kecamatan Udanawu,” terang Krisna, Rabu (7/10/2020).

| Baca Juga:  Miris, Angka Kematian PDP Corona di Kabupaten Blitar Terus Bertambah

Tracing kemudian diperluas kepada 450 santri yang menempati pondok pesantren di satu areal dengan pondok Suluk. Mereka juga melakukan test swab kepada 42 orang yang kontak erat dengan pasien positif sebelumnya.

“Untuk para santri yang satu areal semuanya non reaktif. Namun dari 42 santri yang kontak erat dengan pasien positif sebelumnya, 4 terkonfirmasi positif,” imbuhnya.

Selain itu 142 orang yang melalukan kontak erat di luar area pondok juga di rapid test. Hasilnya ada 12 yang rekatif dan langsung diambil tes swabnya. ” Kami terus tracing dan testing sampai benar-benar terputus rantai penyebarannya,” tegasnya.

| Baca Juga:  6 Pegawai Disnakan Kabupaten Blitar Terpapar Corona

Saat ini Kabupaten Blitar tercatat sebagai zona oranye dengan tingkat penularan sedang. Jumlah komulatif kasus Covid-19 di Kabupaten Blitar mencapai 616 kasus.

Dari angka itu, dinyatakan sembuh mencapai 536 orang yang didominasi oleh orang tanpa gejala atau asimptomatik. Sedangkan 46 orang dinyatakan meninggal dunia.(*)

Reporter : Ana Alana 
Editor : Linda Kusuma