Beranda Pendidikan Peduli Sistem Belajar Daring Saat Pandemi, Komunitas FRP Kediri Dirikan Rumah Belajar...

Peduli Sistem Belajar Daring Saat Pandemi, Komunitas FRP Kediri Dirikan Rumah Belajar Cermat

BERBAGI
Peduli Sistem Belajar Daring Saat Pandemi, Komunitas di Kediri Dirikan Rumah Belajar Cermat
sejumlah siswa rumah belajar yang ikut dalam kegiatan rumah belajar 'cermat'. (foto: linda kusuma)

AGTVnews.com – Peduli dengan siswa yang harus belajar daring saat pandemi Covid-19, sejumlah masyarakat yang tergabung dalam komunitas Forum Pojok Rembug (FPR) Kediri dirikan Rumah Belajar Cermat.

Rumah Belajar ini berada di Dusun Pojok Desa Bulusari Kecamatan Tarokan. Ditempat ini anak-anak desa setempat dari SD hingga SMP bisa menggunakan fasilitas internet untuk pembelajaran sistem daring.

Menurut Ketua Umum FPR Kediri, Ali Mustofa menyatakan, secara umum FPR ini adalah sebuah komunitas yang peduli pada upaya-upaya peningkatan kualitas pendidikan anak dan pemberdayaan masyarakat, khususnya anak-anak dan masyarakat di daerah tertinggal dan golongan ekonomi lemah.

“Kami menghadirkan program kegiatan berupa pendampingan belajar bagi adik-adik pelajar dan ini tanpa dipungut biaya sedikit pun atau gratis,” ucapnya, Rabu (28/10/2020).

Gus Ali sapaan akrab laki-laki ini menjelaskan, rumah belajar ini muncul karena keprihatinan kurangnya kemampuan orang tua dalam menguasai pelajaran anaknya.

“Efek dari pandemi Covid-19 ini, adalah adanya sistem belajar daring. Tapi rata-rata orang tua siswa tidak mampu untuk mengajari anak mereka. Dengan rumah belajar ini, kita lakukan pendampingan tenaga pengajar,” ucapnya.

| Baca Juga:  Jumlah Pasien Positif Corona di Tulungagung Bertambah 3 Orang

Dikatakan Gus Ali, alasan lain diwujudkannya Rumah Belajar CERMAT adalah utnuk menyediakan tempat belajar tanpa dipungut biaya. Sehingga masyarakat ekonomi menengah ke bawah bisa mendapatkan wadah untuk meningkatkan kemampuan belajar.

Awal Berdiri Hanya 3 Peserta Belajar

Awal berdiri pada Maret 2020 lalu, hanya ada 3 peserta belajar.
Ketiganya merupakan siswa dari SDN Grogol 2. Waktu belajar mereka dilakukan setelah sholat maghrib.

Saat ini rumah belajar Cermat memiliki siwa hingga 40 anak. Mereka berasal dari siswa TK hingga SMP.

“Terkait tenaga pengajar, secara total ada tiga orang. Pengajar ini memiliki latar belakang guru informal, dan sempat menempuh pendidikan S1 serta S2,” katanya.

Satu diantara relawan, Elfina menuturkan dengan banyaknya siswa yang mengikuti kegiatan belajar bersama, akhirnya pihak pengelola rumah belajar membuat jadwal dalam kegiatan belajar bersama.

“Adapun jadwal belajar bersama ini, untuk pelajar kelas 5, 6 dan SMP pukul 09.30-12.00 WIB, kelas 3 dan 4 pukul 14.00-15.00 WIB dan kelas 1, 2 dan TK pukul 18.30-20.00 WIB. Namun, bagi siswa yang dapat tugas mendadak dari sekolah, kadang di luar jadwal juga ada yang datang, dan kamipun membantu mereka,”paparnya.

| Baca Juga:  2 Sekolah di Tulungagung Nekat Belajar Tatap Muka

Elfina berharap, pemerintah daerah memberikan perhatian kepada rumah belajar ini. Siswa yang belajar ditempat itu membutuhkan beberapa sarana pendukung.

Di tempat sama, Azzahra Ratri Agustina, pelajar kelas 5 SDN Grogol 2 Kabupaten Kediri, mengaku, sangat senang bisa belajar bersama dengan teman dan tenaga pendidik di Rumah Belajar CERMAT.

“Sampai sekarang, saya tidak menemui kesulitan dalam belajar. Semua pendidik sangat membantu, terlebih lagi ada WiFi gratis yang bisa mendukung belajar daring,” katanya.

Di Masa Pandemi Rumah Belajar Terapkan Prokes Ketat

Peduli Sistem Belajar Daring Saat Pandemi, Komunitas di Kediri Dirikan Rumah Belajar Cermat 1
rumah belajar cermat terapkan protokol kesehatan dengan ketat, jaga jarak dan selalu memakai masker. (foto: linda kusuma )

Di masa pandemi ini, rumah belajar tetap mengutamakan proses pembelajaran dengan protap Kesehatan Pencegahan Covid-19 secara ketat.

Para peserta belajar wajib memakai masker dan juga jaga jarak, serta wajib mencuci tangan dulu, sebelum masuk ke rumah belajar. Peserta belajar hanya bisa berharap, pandemi ini bisa segera berakhir, dan mereka bisa kembali bersekolah dengan tatap muka. (*)

Reporter : Linda Kusuma 
Editor : Yusuf Saputro