Beranda Pemerintahan Pemkab Tulungagung Anggarkan 15 M untuk Penanganan Covid 2021

Pemkab Tulungagung Anggarkan 15 M untuk Penanganan Covid 2021

BERBAGI
Pemkab Tulungagung Anggarkan 15 M untuk Penanganan Covid 2021
Pemkab Tulungagung serahkan ranperda tahun 2021 kepada DPRD Kabupaten Tulungagung. (foto: maman firmansyah)

AGTVnews.com – Pemerintah Kabupaten Tulungagung telah menganggarkan dana sebesar Rp 15 M untuk penanganan Covid-19 tahun 2021.

Bupati Tulungagung, Maryoto Bhirowo menyebut, saat ini sumber penerimaan APBD kabupaten Tulungagung mengalami penurunan utnuk anggaran tahun 2021 mendatang. Penurunan ini diprediksi mencapai Rp 2,3 Triliun.

“Pemerimaan APBD di tahun 2020 turun dari Rp 2,5 Triliun menjadi RP 2,3 Triliun. Penurunan tersebut karena adanya pengurangan DAK dan juga DAU,” ucap Bupati, Selasa (27/10/2020).

Imbasnya dari penerimaan di tahun 2020 yang mencapai Rp 2,5 Trilyun terjadi penurunan, sehingga penerimaan di tahun 2021 mendatang diprediksi turun menjadi Rp 2,3 Trilyun.

| Baca Juga:  Kepala Dinas Positif Corona, Kantor Dispendukcapil Jombang Ditutup

Bupati menyebut, penurunan ini berimbas pada sejumlah rencana pembangunan yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Untuk Covid-19 tetap kita anggarkan, karena kita ini masih pandemi, dan belum thau sampai kapan berakhirnya,” jelas Bupati.

Alokasi anggaran ini dilakukan untuk pengobatan dan pemulihan kondisi ekonomi masyarakat akibat pandemi. “Tahun depan kita anggarkan sampai RP 15 Miliar. Anggaran ini untuk penanganan dan pemulihan dari krisis ekonomi,” terangnya.

Sementara itu Ketua DPRD Tulungagung, Marsono mengaku akan mendukung kebijakan pemkab dalam menangani pencagahan Covid-19 di Tulungagung.

| Baca Juga:  Enggan Beralih ke Online, Klepon Wonosari Bertahan di Tengah Pandemi

“Sesuai arahan dari kemenkeu ya, lewat vidcon beberapa waktu yang lalu, DPRD dalam posisi tidak mengoreksi atau tidak mengkritisi anggaran untuk penanganan Covid-19, namun dalam hal ini kita mendukung untuk penanaganan itu,” tegasnya.

Dikatakannya, jika nanti ada penambahan atau pengurangan maka itu adalah hal yang wajar. “Karena ini kan sesuatu yang belum terjadi, jadi ya wajar kalau nanti ada penambahan dan pengurangan,” pungkasnya. (*)

Reporter : Maman Firmansyah
Editor : Linda Kusuma