Beranda Peristiwa Perkawis Kediri Kecam Penggundulan Hutan Lindung Lereng Wilis

Perkawis Kediri Kecam Penggundulan Hutan Lindung Lereng Wilis

BERBAGI
Perkawis Kediri Kecam Penggundulan Hutan Lindung Lereng Wilis
kondisi pohon di hutan lindung Goliman lereng Wilis yang roboh terbakar dan ditebang. (foto: linda kusuma)

AGTVnews.com – Relawan Pelestari Kawasan Wilis (Perkawis) Kediri mengecam adanya aksi penggundulan hutan yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

Penggundulan hutan tersebut dilakukan dengan cara membakar pohon dan melakukan penebangan. Diduga hal ini dilakukan sebagai cara untuk pemaksaan alih fungsi hutan lindung menjadi lahan pertanian.

Setelah dilakukan pengecekan langsung di kawasan hutan Goliman lereng Wilis Kabupaten Kediri, diketahui adanya sejumah pohon yang tumbang akibat dibakar dan ditebang.

Menurut ketua Perkawis Kediri, Budiman, diperkirakan kawasan hutan yang rusak akibat penebangan liar dan pembakaran ini mencapai 35 hektar. Perusakan ini sudah terjadi sejak beberapa tahun terkahir. Rata-rata penggundulan hutan terjadi untuk perluasan lahan pertanian.

| Baca Juga:  Peduli Lingkungan, Jurnalis Kediri Deklarasikan FJH

“Dengan rusaknya hutan lindung ini, maka fungsi dari hutan juga ikut rusak. Bahkan khawatirnya terjadi hidrometrologi yakni berkurangnya ketersediaan air. Kemudian juga bisa terjadi banjir dan longsor untuk kawasan di bawah hutan,” jelasnya, Sabtu (17/10/2020).

Dikatakan Budiman, untuk saat ini, sejumlah warga yang ada di lereng Wilis mengaku mulai kekurangan air. Padahal hal ini dulu jarang sekali terjadi.

“Saat musim kemarau datang, pasti sejumlah warga akan mengeluhkan air yang sulit. Ini karena apa? Karena berkurangnya hutan lindung sebagai resapan air. Jadi airnya menjadi berkurang. Dan terjadi kekeringan, harus droping air bersih,” ucapnya.

Dengan adanya kondisi ini Budiman meminta sejumlah pihak terkait untuk lebih peduli, dan mengembalikan fungsi hutan lindung sebagaimana mestinya.

| Baca Juga:  Oknum Satpol PP Perusak Rumdin Wali Kota Blitar Dipecat

“Kami juga mendorong Perhutani melakukan upaya penegakan hukum terkait kerusakan hutan itu, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu kita juga dorong Dinas Kehutanan untuk melakukan upaya edukasi kepada masyarakat dan pemerintah diharapkan melakukan pemberdayaan masyarakat desa hutan,” pungkasnya.

Diketahui sekitar 500 hektare lahan lereng Wilis di Kabupaten Kediri masuk sebagai hutan lindung dan produksi. Diharapkan dengan adanya kesadaran masyarakat, maka fungsi hutan bisa kembali dan menjadi cagar alam yang dijaga kelestariannya. (*)

Reporter : Linda Kusuma
Editor : Yusuf Saputro