Beranda Hukum Kriminal Polisi Buru Penyedia Obat Aborsi PNS Hamili Anak Angkat

Polisi Buru Penyedia Obat Aborsi PNS Hamili Anak Angkat

BERBAGI
Satreskrim Polres Blitar melakukan pembongkaran makam diduga janin bayi hasil aborsi hasil hubungan terlarang antara AAG dan A. (foto: ana alana)

AGTVnews.com – Polisi terus mengembangkan kasus persetubuhan yang dilakukan AAG (56 tahun) terhadap anak angkatnya A (16 tahun). Satreskrim Polres Blitar telah menetapkan AAG, PNS Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar sebagai tersangka.

Kini Satreskrim Polres Blitar tengah memburu penyedia obat aborsi yang menggugurkan kandungan korban yang berbadan dua usai disetubuhi pelaku.

Kasatreskrim Polres Blitar AKP Donny Kristian Baralangi mengatakan, kepada penyidik AAG mengakui jika dirinya menyuruh anak angkatnya untuk menggugurkan kandungan. Korban diantar sendiri oleh pelaku ke sebuah klinik di daerah Kecamatan Sutojayan.

“Kasus ini kami kembangkan, ke arah adanya dugaan pidana praktik aborsi ilegal. Tersangka mengakui, dia yang menyuruh untuk menggugurkan kehamilan korban dan mengantarkan korban ke sebuah klinik di wilayah Lodoyo Timur (Sutojayan),” ujar Donny, Senin (12/10/2020).

| Baca Juga:  Bejat, Seorang Bocah Dibawah Umur di Tulungagung Disetubuhi Tetangganya Berkali-kali

Proses aborsi yang dilakukan, menurut pengakuan pelaku adalah dengan obat-obatan. Obat yang diperoleh dari klinik tersebut diminum dan dimasukkan alat vital untuk meluruhkan kandungan. “Kami sedang meminta pendapat saksi ahli obat jenis apa yang digunakan untuk menggugurkan kandungan tersebut,” paparnya.

Donny menambahkan, saat ini pihaknya sudah mengantongi identitas penyedia obat aborsi yang dimaksud. Namun karena proses penyelidikan masih berlanjut, dia masih belum menyebut secara gamblang.

Namun beredar informasi jika penyedia obat aborsi itu adalah oknum tenaga kesehatan (Nakes). “Akan segera kita sampaikan lebih lanjut setelah kami melakukan penyelidikan mendalam,” tegasnya.

Bongkar Makam Janin

Sebelumnya, polisi telah melakukan pembongkaran makam janin hasil aborsi. Pembongkaran makam dilakukan di sebuah pemakaman umum di Lingkungan Tejo Kelurahan Babadan Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar.

| Baca Juga:  Nahas, Diajak Ketemuan Gadis Belia di Tulungagung Digilir 2 Pemuda Kenalannya

Setelah sempat mencari keberadaan kuburan janin, petugas akhirnya menemukan sebuah gundukan tanah berada di antara dua makam orang dewasa.

Petugas langsung melakukan pembongkaran dan menemukan bungkusan kain dimana di dalamnya terdapat gumpalan darah yang diduga serpihan badan janin yang telah digugurkan.

Janin tersebut kini dikirim ke laboratorium, untuk mengetahui secara pasti bagaimana proses aborsi dilakukan. Apakah dengan menggunakan obat-obatan atau dengan cara lain. “Kami kirim ke laboratorium untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana proses pengguguran janin,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar terancam hukuman 15 tahun penjara. Pria berinisial AAG (56 tahun) warga Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar tersebut dilaporkan telah menyetubuhi A (16 tahun), anak angkatnya hingga hamil.(*)

Reporter: Ana Alana
Editor : Yusuf Saputro