Beranda Hukum Kriminal Posting Ujaran Kebencian Operasi Yustisi, Pria di Blitar Diperiksa Polisi

Posting Ujaran Kebencian Operasi Yustisi, Pria di Blitar Diperiksa Polisi

BERBAGI
Posting Ujaran Kebencian Operasi Yustisi, Pria di Blitar Diperiksa Polisi
AD saat menjalani pemeriksaan di Polres Blitar Kota. (foto: ana alana)

AGTVnews.com – Seorang pria diperiksa polisi usai memposting ujaran kebencian di media sosial miliknya. Pria tersebut berinisial AD (38) asal Desa Gandekan Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar.

Dalam unggahan di akun facebooknya, pria yang bekerja sebagai petani itu melontarkan ejekan kepada petugas kepolisian soal operasi Yustisi penerapan protokol kesehatan.

“Istilah tahun 2020.
Polisi untung pedagang buntung. Polisi ra duwe duit garek metu golek sing ra gae masker trus di tilang entok duit. Pedagang lek ra onok tontonan ra entok duit. dodolan ning embong ra gae masker di tilang polisi. As**** polisi entuk bati akeh….”, bunyi unggahan akun Facebook ‘Ayahe Hinawari’ yang dishare di grup INFORMASI HIBURAN BLITAR.

| Baca Juga:  Ini Alasannya Pasutri di Blitar Kompak Curi Motor
unggahan ujaran kebencian AD di media sosial fb. (foto: ana alana)

Kasubag Humas Polres Blitar Kota Iptu Ahmad Rochan mengatakan, dalam pengakuannnya kepada polisi AD mengaku menulis postingan itu karena jengkel. AD tidak suka dengan adanya operasi Yustisi dengan sanksi denda bagi pelanggar.

Dia juga mengaku, sebelum menulis postingan itu, dia sempat bertemu temannya yang bercerita baru saja diberi sanksi denda Rp 250 ribu karena tidak memakai masker.

“Pelaku jengkel hingga akhirnya menulis postingan itu. Namun dia tidak menyangka ternyata postingannya yang kemudian viral itu mengandung ujaran kebencian,” papar Rochan, Senin (26/10/2020).

AD sempat menonaktifkan akun facebooknya usai postingannya viral. Namun jejak digitalnya telah menyebar kemana-mana hingga polisi berhasil menemukan pemilik akun.

| Baca Juga:  Sediakan Narkoba Penjual Tempe di Blitar Diamankan

“Pelaku tidak ditahan, melainkan hanya diberi peringatan dan juga diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya,” tegasnya.

Operasi yustisi yang gencar digelar sebagai salah satu upaya untuk mengendalikan dan menekan penularan Covid-19. Operasi yustisi ini merupakan operasi gabungan yang digelar polisi dan TNI bersama Satpol PP dan Satgas Penanggulangan Covid-19. Mereka yang kedapatan tidak mematuhi protokol kesehatan bakal disidang di tempat dan dikenai sanksi denda sesuai tingkat pelanggarannya. (*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma