Beranda Hukum Kriminal Setubuhi Anak Angkat, PNS Blitar Terancam 15 Tahun Penjara

Setubuhi Anak Angkat, PNS Blitar Terancam 15 Tahun Penjara

BERBAGI
Setubuhi Anak Angkat, PNS Blitar Terancam 15 Tahun Penjara
petugas mengamankan barang bukti persetubuhan yang dilakukan PNS di Blitar kepada anak angkatnya. (foto: ana alana)

AGTVnews.com – Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, AG (56 tahun), terancam hukuman 15 tahun penjara. Warga Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar ini dilaporkan telah menyetubuhi anak angkatnya, A (16 tahun) hingga hamil.

Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya mengatakan, persetubuhan itu terjadi pada bulan Juni lalu. Pada saat kejadian, tersangka dipengaruhi minuman beralkohol.

“Tersangka masuk ke kamar korban yang tidak ada pintunya. Kemudian tersangka langsung memeluk korban yang sedang rebahan sambil bermain handphone ditempat tidurnya. Di situlah terjadi persetubuhan terhadap korban,” ujar Fanani, Kamis (8/10/2020).

| Baca Juga:  Polisi Pastikan Korban Tewas Akibat Pesta Miras di Blitar 2 Orang, Lainnya Masih Didalami

Setelah persetubuhan tersebut, korban akhirnya hamil. Karena kebingungan, akhirnya tersangka meminta korban untuk menggugurkan kandungannya.

“Tersangka meminta seseorang untuk melakukan pengguguran bayi korban. Umur bayi tersebut sekitar empat bulan,” imbuh Kapolres.

Perbuatan tersebut terbongkar setelah kakak korban mengetahui aksi aborsi yang dilakukan. Akhirnya perbuatan tersangka dilaporkan ke mapolsek Wlingi yang diteruskan ke unit perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Blitar

Kepolisian saat ini sedang menyelidiki tempat yang digunakan tersangka untuk menggugurkan kandungan korban. Dari pengakuan tersangka, aborsi tersebut dilakukan di wilayah Sutojayan di salah satu tenaga kesehatan. ” Korban diminta minum obat-obatan dari tenaga kesehatan ini,” pungkas Kapolres.

| Baca Juga:  Miris, Gadis 16 Tahun Disetubuhi Dua Pria, Salah Satunya Ayah Kandung

Pelaku terancam pasal 82 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 5 miliar rupiah. (*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma