Beranda Hukum Kriminal Siswi SMP di Jombang Alami Pendarahan, Ini Penyebabnya

Siswi SMP di Jombang Alami Pendarahan, Ini Penyebabnya

BERBAGI
Siswi SMP di Jombang Alami Pendarahan, Ini Penyebabnya
WGS saat diamankan petugas kepolisian. (foto: aan hidayat)

AGTVnews.com – Seorang siswi SMP di Jombang mengalami pendarahan saat berada di sekolahnya. Merasa curiga dengan yang dialami sisiwi berusia 16 tahun tersebut, pihak sekolah membawa bocah tersebut ke Puskesmas terdekat.

Ternyata dari hasil pemeriksaan diketahui bocah tersebut mengalami pendarahan akibat keguguran.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Jombang, Ipda Agus Setiani mengatakan, setelah ditanya gurunya, bocah tersebut mengaku hamil. Yang menghamili adalah WGS (44 tahun) ayah angkatnya.

” Setelah ditanya oleh gurunya ternyata korban mengaku positif hamil. Usia kandunganya masih hitungan minggu. Keterangan itu diperkuat hasil keterangan tim medis yang menyatakan pendarahan yang dialami korban karena keguguran, ” terang Ipda Agus Setiani , Jumat (9/10/2020).

| Baca Juga:  4 Pelaku Pencabulan Bocah Dibawah Umur Diamankan

Sementara itu, ditemui terpisah, Kapolsek Kesamben, Iptu Slamet Hariyana mengatakan, pelaku pemerkosaan terhadap anak angkat ini, nyaris menjadi korban amuk massa. Warga geram dan ingin menghakimi pelaku.

“Saat ini pelaku telah kita amankan di Mapolsek Kesamben, untuk menghindarkan dari amuk massa,” ucapnya.

Dari hasil penyidikan Unit PPA Satrekrim Polres Jombang diketahui, korban tidak berani melapor karena takut diancam oleh pelaku. Korban diancam akan dikembalikan ke orang tua aslinya, jika membocorkan aksi bejat pelaku kepada orang lain.

“Korban merasa ketakutan, sehingga tak berani menceritakan kisah pilu yang dialaminya. Padahal korban mengaku sudah di cabuli sejak kelas 4 SD. Ia takut dengan ancaman ayah angkatnya itu, ” ungkap Ipda Agus.

| Baca Juga:  Pelaku Pencabulan Sesama Jenis di Tulungagung Mengaku Khilaf

Dikatakan Agus, WGS melakukan aksi bejatnya saat kondisi rumah dalam keadaan sepi. Saat istrinya sedang tidak ada di rumah pelaku masuk kedalam kamar korban dan memperdayai korban.

“Alasannya, pelaku ini kecewa dengan istrinya yang tidak mau melayani keinginannya. Akhirnya nafsunya dilampiaskan kepada anak angkatnya itu,” pungkas Agus.

Akibat perbuatan pelaku, kini korban mengalami trauma berat dan harus menjalani terapi psikologi dengan pendampingan dari Dinas Sosial Kabupaten Jombang. (*)

Reporter : Aan Hidayat
Editor : Linda Kusuma