Beranda Kesehatan Terimbas Covid-19, Puluhan Anak di Tulungagung Dapat Pendampingan Psikologi

Terimbas Covid-19, Puluhan Anak di Tulungagung Dapat Pendampingan Psikologi

BERBAGI
Terimbas Covid-19, Puluhan Anak di Tulungagung Dapat Pendampingan Psikologi
39 anak di Tulungagung mendapat pendampingan dari psikologi. (foto: maman firmansyah)

AGTVnews.com – Sebanyak 39 anak di Tulungagung mendapatkan pendampingan psikologi. Puluhan bocah ini terimbas Covid-19, baik sebagai terkonfirmasi positif maupun terpapar.

Dari data yang ada di Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif pendampingan psikolog ini sejak awal pandemi hingga bulan Oktober ini.

Koordinator ULTPSAI Tulungagung, Sunarto mengatakan, 39 orang anak tersebut terdiri dari 28 anak yang terkonfirmasi dan sempat diisolasi di Rusun mahasiswa IAIN Tulungagung. Satu anak yang menjalani isolasi mandiri di rumahnya, dan 10 orang anak yang tidak terkonfirmasi positif namun terpapar dan tinggal di lingkungan terkonfirmasi covid-19.

| Baca Juga:  Kota Blitar Gencarkan Razia Penerapan Protokol Kesehatan

“Pendampingan yang dilakukan pihaknya di masa pandemi ini tetap mengedepankan protokol kesehatan. Meski demikian dipastikan anggota ULTPSAI tetap aman,” ucapnya, Jumat (16/10/2020).

Petugas yang datang mengenakan pakaian APD lengkap sehingga menjamin keamanan mereka. Namun demikian kondisi ini justru memunculkan penolakan bagi anak-anak.

“Jadi kita kan harus menggunakan APD, kendalanya anak anak itu trauma melihat orang pake APD lengkap. Makanya yang bisa menjangkau itu juga dibantu oleh teman-teman tagana, yang sudah mereka kenali,” jelasnya.

Sunarto menjelaskan, dengan kondisi seperti ini pihaknya memaksimalkan jaringan yang ada. Hal ini untuk memastikan pendampingan psikologis tetap tersampaikan kepada anak-anak tersebut.

| Baca Juga:  IGD RSUD Ngudi Waluyo Tutup 3 Hari

“Kita juga bekerja sama dengan pihak desa, saat kondisinya sulit. Seperti yang ada di Sumbergempol kemarin, kita pantau kondisi psiskisnya lewat desa. karena kita tidak bisa masuk ke sana kan saat itu dilockdown,” jelasnya.

Selain memberikan pendampingan psikologis, pihaknya juga mendukung penyediaan ruang bermain hingga wahana belajar di lokasi karantina.

“Sampai saat ini kita belum menerima laporan adanya stigma negatif. Kita minta masyarakat untuk tetap bergaul dan menerapkan protokol kesehatan,’ pungkasnya. (*)

Reporter : Maman Firmansyah
Editor : Linda Kusuma