Beranda Pemerintahan Walikota Kediri Gelar Deklarasi Damai Bersama Forkopimda, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat

Walikota Kediri Gelar Deklarasi Damai Bersama Forkopimda, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat

BERBAGI
Walikota Kediri Gelar Deklarasi Damai Bersama Forkopimda, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat
pembacaan Deklarasi Damai oleg semua tokoh dan Forpimda. (foto: linda kusuma )

AGTVnews.com – Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama Forkopimda Kota Kediri, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat melakukan Silaturahmi Kamtibmas dan Deklarasi Damai, Jumat (16/10/2020).

Deklarasi damai ini mengambil tema ‘Membangun Daya Cegah dan Tangkal Masyarakat terhadap Tindakan Anarkis Guna Wujudkan Kota Kediri Aman dan Damai”. Kegiatan diadakan di Ruang Joyoboyo Balaikota Kediri.

Abdullah Abu Bakar mengungkapkan, deklarasi ini sebagai upaya untuk kondusifitas Kota Kediri pasca aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.

Deklarasi Damai Upaya Cegah Tindakan Anarkis

Langkah tersebut diambil untuk mencegah terjadinya hal-hal yang membahayakan masyarakat. Forkopimda Kota Kediri tidak melarang adanya penyampaian pendapat namun harus dengan cara yang tepat.

“Kami Forkopimda Kota Kediri mengadakan deklarasi damai karena kami melihat pada saat demo kemarin, nuwun sewu mulai kasar, anarkis, dan melempar batu. Jadi saya memanggil semua unsur yang ada di seluruh Kota Kediri untuk menjelaskan bahwa boleh menyampaikan pendapat tapi dengan cara yang tepat, tidak dengan cara anarkis, tidak sampai hal-hal kurang baik dan hoaks,” ujarnya.

| Baca Juga:  Turunkan Angka Pengangguran, Pemkot Kediri Buka Job Fair 2019

Walikota menegaskan jika pemerintah Kota Kediri siap menerima segala masukan dan saran apapun dari masyarakat. Bahkan Presiden Republik Indonesia telah menyampaikan untuk hal-hal keberatan bisa disampaikan ke Mahkamah Konstitusi untuk dilakukan uji materi.

“Kita juga titip pesan agar tokoh masyarakat dan tokoh agama, ikut aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat. Jadi kita bisa mengetahui bersama mana yang kurang baik dan mana yang kurang tepat. Masukan-masukan itu akan diuji lebih mendalam lagi. Boleh menyampaikan pendapat, kami selalu terbuka yang penting kita ingin bersama apa yang kita putuskan bersama bisa membawa Indonesia lebih maju lagi. Terutama berdampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya.

TNI-POLRI Bersinergi Wujudkan Kota Kediri Yang Kondusif

Sementara itu, Kapolres Kediri Kota, AKBP Miko Indrayana mengatakan, meski sempat terjadi aksi ricuh, namun sampai saat ini kondisi di Kota Kediri masih kondusif.

“Kemarin disampaikan oleh rekan-rekan bahwa situasi di tempat kita masih aman. Untuk yang melakukan unjuk rasa dapat menyalurkan pendapatnya dan kami juga mengamankan sesuai dengan aturan yang ada. Untuk syarat khusus melakukan izin tidak ada, namun saat ini kita tidak memberikan izin untuk kegiatan yang sekiranya merugikan masyarakat banyak,” ujarnya.

| Baca Juga:  Dukung "Gebrak Masker" Ketua TP PKK Kota Kediri Bagikan Puluhan Ribu Masker

Di tempat yang sama, Komandan Kodim 0809 Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno meminta agar masyarakat memahami isi undang-undang serta tidak terpancing isu-isu yang tidak benar.

“Jangan sampai kita mendapat kesimpulan dari yang tidak jelas. Terdapat isu bahwa Pesantren berbadan hukum serta komersialisasi pendidikan. Hal seperti itu tidak ada. Bapak ibu di sini sebagai tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat memberikan pemahaman yang benar. Pada kesempatan ini saya juga menyampaikan bahwa demonstrasi boleh namun seharusnya tetap menghargai yang lain. Jadi tidak tepat kalau cara anarkis. TNI mendukung penuh kepolisian dalam rangka pengawalan dalam demonstrasi penyampaian aspirasi,” jelasnya.

Dalam deklarasi ini, semua tokoh membacakan bersama deklarasi damai sebagai tandaikut menjaga kondusifitas dan keamanan di Kota Kediri. (*)

Reporter : Linda Kusuma 
Editor : Yusuf Saputro