Beranda Kesehatan Datang ke Wisata Poh Sarang Kediri Wajib Bawa Surat Sehat

Datang ke Wisata Poh Sarang Kediri Wajib Bawa Surat Sehat

BERBAGI
Datang ke Wisata Poh Sarang Kediri Wajib Bawa Surat Sehat
gereja Poh Sarang masih belum dibuka untuk umum. (foto: linda kusuma)

AGTVnews.com – Wisata religi Goa Maria Poh Sarang di Desa Poh Sarang Kecamatan Semen Kabupaten Kediri sudah dibuka kembali.

Yulius Santoso, petugas informasi dari Poh Sarang mengatakan, tempat wisata ini dibuka sejak 1 bulan terakhir. Meski demikan ditengah pandemi, pihak gereja tidak mau gegabah untuk membuka secara keseluruhan. Ada pembatasan-pembatasan yang dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19.

“Kita batasi untuk pengunjung yang datang kesini. Hanya bagi mereka yang berusia antara 11 tahun hingga 60 tahun yang diperbolehkan masuk. Diluar usia tersebut kami minta menunggu di pos masuk,” ucap Yulius, Rabu (4/11/2020).

| Baca Juga:  Tagih Janji Jokowi, PPDI Berangkat Ke Istana Negara

Wisatawan yang datang akan dimintai surat keterangan sehat dari dokter. Hal ini dilakukan agar di tempat wisata tersebut benar-benar aman dari penyebaran Covid-19.  “Kalau tidak ada surat keterangan sehat dari dokter ataupun rumah sakit. Setidaknya dari lingkungan sekitar,” tegas Yulius.

Yulius menambahkan, tidak hanya pembatasan usia, namun tempat-tempat yang boleh dikunjungi juga terbatas. “Saat ini hanya ada dua tempat yang bisa dikunjungi, yakni Goa Maria dan keuskupan. Untuk tempat lain belum dibuka,” jelas Yulius.

Pasca dibuka kembali, jumlah pengunjung sangat berkurang. Mereka yang datang hanya yang benar-benar untuk berdoa saja. Dibuka hanya ada beberapa bagian tertentu yang boleh dikunjungi dan tidak keseluruhan.

| Baca Juga:  Tuntut Kejelasan Praktek Jual Beli Jabatan Perangkat Desa, Warga Gelar Demo

Jumlah jemaat yang diizinkan masuk dibatasi hanya 100 orang per hari. Beberapa lokasi yang belum dibuka diantaranya, Jalan Salib, Pondok Rosario, Bukit Tabor dan Pendopo Emaus.

“Pengunjung wajib memakai masker, bawa hand sanitizer. Sehari hanya boleh ada 100 pengunjung saja,” pungkas Yulius.

Saat ini pengunjung yang datang masih terbatas pada jemaat dari sekitar Kediri saja. (*)

Advetorial Dinas Kominfo Kabupaten Kediri