Beranda Advetorial Dinkopum Blitar Gelar Pelatihan Marketing Branding

Dinkopum Blitar Gelar Pelatihan Marketing Branding

BERBAGI
Dinkopum Blitar Gelar Pelatihan Marketing Branding
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkopum) Pemkab Blitar, gelar pelatihan kepada peternak sapi perah. (foto: ana alana)

AGTVnews.com – Pemerintah Kabupaten Blitar terus melakukan upaya untuk mewujudkan masyarakat yang maju dan berdaya saing. Melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkopum) Pemkab Blitar menggelar pelatihan Marketing Branding.

Pelatihan branding diberikan kepada peternak sapi perah dan masyarakat di Balai Petung Kecamatan Wlingi. Pelatihan ini digelar selama tiga hari yakni pada Rabu (25/11/2020) hingga Jumat (27/11/2020).

Pelatihan ini merupakan tahap IV, lanjutan dari rangkaian kegiatan pembinaan dan pelatihan keterampilan kerja bagi UMKM, tenaga kerja dan masyarakat melalui pelatihan olahan makanan berbasis inovasi.

Kegiatan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini diikuti 35 peserta. Mereka berasal dari dua desa wisata di Kabupaten Blitar yakni Desa Krisik dan Desa Semen, Kecamatan Gandusari.

Kepala Bidang Produksi dan Restrukturisasi Usaha Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar, Lyes Setyaningrum mengungkapkan, pelatihan tahap IV ini peserta diberikan bekal beberapa materi di antaranya harga pokok produksi (HPP), Marketing dan Branding.

| Baca Juga:  PPDI Kabupaten Blitar Gelar Rakerda I

“Era Covid-19 ini memicu masyarakat khususnya pelaku UMKM untuk lebih kreatif dan kompetitif dalam memasarkan produknya. Sehingga kami mengajari dan mendorong mereka untuk lebih kreatif,” ungkap Lyes.

Pemasaran produk secara online melalui media sosial terbukti merupakan senjata ampuh untuk meningkatkan penjualan. Dalam hal ini Dinkopum mendorong kepada pelaku UMKM untuk mahir dan menguasai media sosial.

“Saat ini kita memasuki adaptasi kebiasaan baru. Semua yang dulu memakai manual sekarang sudah menggunakan digital. Di pelatihan tahap III kemarin mereka sudah kita ajari memotret produknya untuk di-upload di medsos. Nah, saat ini mereka kita ajari marketing-nya, produknya agar lebih di-branding agar lebih dikenal masyarakat,” tukasnya.

| Baca Juga:  Bupati Blitar Salurkan Beras CSR ke Warga Lereng Kelud

Lyes menyampaikan, pandemi Covid-19 telah memunculkan banyak UMKM baru. UMKM yang muncul ini salah satunya akibat masyarakat yang kena PHK di perusahaanya. Dengan jumlah yang terus bertambah, para pelaku UMKM dituntut untuk lebih kreatif dalam mengarungi kompetisi dan persaingan yang ketat.

“Pelaku UMKM kita dorong untuk menguasai pasar. Mana pasar yang dia kuasai dan mana pasar yang harus dibidik. Kami juga mendorong agar peserta untuk terus belajar dan berinovasi dalam mengembangkan usahanya. Jangan berhenti sampai di sini, nanti pasca pelatihan ini kami akan evaluasi dan terus mendampingi agar usahanya semakin berkembang. Nanti kita akan fasilitasi izin usahanya,” tegasnya.(*)

Advetorial Dinas Kominfo Kabupaten Blitar