Beranda Pemerintahan Gelar Pameran, Wali Kota Kediri Yakin UMKM Go Digital 2021

Gelar Pameran, Wali Kota Kediri Yakin UMKM Go Digital 2021

BERBAGI
Gelar Pameran, Wali Kota Kediri Yakin UMKM Go Digital 2021
Wali Kota Kediri kunjungi stan tanaman. (foto: istimewa)

AGTVnews.com – Bangkitkan UMKM di tengah pandemi, Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar gelar kegiatan pameran Glerr UMKM 2020. Pameran digelar dari tanggal 17 hingga 22 November 2020, di Kediri Town Square.

Ada 18 stan UMKM yang terdiri dari, batik, tenun ikat, jas, clothing, aksesoris, tas, dan sepatu. Selain itu terdapat 27 stan tanaman hias, anggrek, reptil, ikan, dan alat pertanian. Serta stan Bank Jatim.

Abdullah Abu Bakar menilai banyak ide-ide yang fresh muncul dari pelaku UMKM.

“Saya lihat banyak ide-ide baru disini beda dengan pameran-pameran sebelumnya. Dan ini memang kita kerjasama dengan Kediri Town Square untuk memajukan perekonomian. Jadi kita ini prepare untuk tahun 2021. Karena setelah kesehatan fokus kita adalah ekonomi, nah sekarang ini kita masuk ekonomi. Kita ibaratnya saat ini sedang mempromosikan UMKM,” ujarnya saat meninjau langsung stan pameran, Jumat (20/11/2020).

| Baca Juga:  Mulai Hari Ini Taman Brantas Bebas PKL

UMKM Didorong Untuk Eksis di Marketplace

Mas Abu sapaan akrab wali kota yakin pada tahun 2021 nanti UMKM-UMKM di Kota Kediri sudah banyak yang go digital.

“Tahun 2021 kita akan lebih gencar mereka sudah siap untuk memasuki marketplace sekaligus jualan offline. Ini yang kita dorong sebenarnya yang marketplace ketika dia sudah bisa masuk ke pasar digital maka marketshare dia akan semakin lebar. Sedangkan kalau offline gini kan kita bisa nyentuh produknya,” ungkapnya.

Mas Abu mengingatkan meskipun ekonomi tengah digerakkan, namun protokol kesehatan terus dipatuhi.

| Baca Juga:  Perlancar Belajar Online Warga Pakelan Kota Kediri Terima Bantuan Sambungan Internet dari GKI

“Saat ini memang masih covid tapi perekonomian harus tetap jalan. Seperti kata Pak Presiden gas dan remnya itu harus selalu diatur. Jadi ekonominya memang kita jalankan tapi sama dengan mall ini isinya harus kita batasi. Tidak boleh taking profit terlalu besar sehingga masukin banyak orang kesini. Makanya yang kita dorong adalah marketplacenya,” pungkasnya.

Sementara itu, satu diantara peserta pameran, Ketua Dermo Batik Kediri Nanik Wijayati mneyebut penjualannya dalam pameran ini cukup bagus.

“Senang sekali sudah bisa pameran lagi. Kita bisa mempromosikan lagi karya-karya kita. Alhamdulillah setiap hari transaksi. Sampai hari sudah ada sekitar 23 transaksi,” ujarnya. (*)

Reporter : Linda Kusuma 
Editor : Yusuf Saputro