Beranda Peristiwa Izin Hajatan di Tulungagung Membludak

Izin Hajatan di Tulungagung Membludak

BERBAGI
Warga yang menggelar hajatan diwajibkan mendapatkan izin rekomendasi dari GTPP Covid-19. Izin harus dilengkapi dengan rencana detail kegiatan. (foto: firmanto imansyah)

AGTVnews.com – Pengajuan izin keramaian di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tulungagung, melonjak sepekan terakhir. Sebagian besar izin adalah pesta perkawinan.

Data GTPP Covid-19 Tulungagung, sejak beberapa hari terakhir ini jumlah pemohon izin keramaian mencapai 150 pemohon per hari. Jumlah ini meningkat 300 persen dari biasanya yang hanya 50 pemohon.

Wakil juru bicara GTPP Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro mengatakan, peningkatan jumlah pemohon ini dipengaruhi oleh beberapa sebab.

Mulai dari pelonggaran kebijakan karena semakin tingginya kesembuhan dan menurunnya jumlah penularan, dan adanya anggapan bulan-bulan baik pada penanggalan masyarakat Jawa.

“Semakin banyak kecamatan di Tulungagung yang berstatus zona hijau membuat warga memulai new normal dengan menggelar lagi sejumlah kegiatan yang tertunda,” ungkap Galih, Sabtu (21/11/2020).

| Baca Juga:  9 Warganya Sembuh dari Corona, Warga di Blitar Gelar Syukuran

Galih menjelaskan, dari 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Tulungagung, hanya tinggal satu kecamatan yang statusnya orange. Sedangkan lainnya kuning dan didominasi oleh kecamatan dengan status penyebaran masuk dalam zona hijau.

“Ada yang hajatan yang tertunda, harusnya bulan-bulan kemarin tapi karna baru sekarang hijau akhirnya dilakukan sekarang, tapi ada juga yang hajatan baru,” ucapnya.

Galih mengingatkan, kendati jumlah pemohon meningkat namun bukan berarti semua desa bisa langsung mendapatkan izin untuk menyelenggarakan keramaian. Sebab masih ada desa yang statusnya masih waspada atau bahkan merah.

| Baca Juga:  Kesulitan Ajari Anak Dalam Sistem Daring, Wali Murid di Tulungagung Pilih Home Visit

“Jadi di kecamatan yang masih merah misalnya, itu ketika di klik lagi akan klihatan desa mana saja sih yang menyebabkan menjadi merah, jadi bisa dibreakdown desa mana saja yang bisa dan mana saja yang belum bisa,” ucapnya.

Pihaknya mengingatkan, protokol kesehatan tetap diterapkan dalam pelaksanaan hajatan. Pemohon diharuskan menyertakan layout tata letak lokasi keramaian, sehingga bisa diketahui luas ruangan, lokasi hand sanitizer dan tempat cuci tangan serta ketentuan lainnya.(*)

Reporter: Firmanto Imansyah
Editor : Yusuf Saputro