Beranda Tak Berkategori Libur Nataru, Pendatang di Kota Blitar Wajib Rapid Antigen

    Libur Nataru, Pendatang di Kota Blitar Wajib Rapid Antigen

    BERBAGI
    Pemerintah Kota Blitar terbitkan SE untuk meminimalisir penyebara corona jelang natal dan tahun baru. (foto : ana alana)

    AGTVnews.com – Menekan penyebaran virus corona, selama masa libur natal dan Tahun Batu, pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mewajibkan bagi pendatang untuk menyertakan hasil rapid antigen.

    Keterangan ini wajib dibawa bagi mereka yang masuk di Kota Blitar lebih dari 3 hari. Sementara bagi anak-anak di bawah 12 tahun tidak diwajibkan.

    Walikota Blitar, Santoso menjelaskan, hal ini sebagai upaya agar pendatang di Kota Blitar tidak membawa virus corona dari tempat asalnya. Pun sebaliknya, mereka tidak kembali dengan membawa virus dari Kota Blitar.

    Pemkot Blitar Terbitkan Surat Edaran Penerapan Protokol Kesehatan

    Menegaskan upaya pencegahan corona ini, Pemkot Blitar juga mengeluarkan surat edaran (SE) penerapan protokol kesehatan saat natal dan tahun baru.

    SE tersebut mengatur beberapa hal diantaranya pelaksanaan Misa Natal dengan pembatasan jemaat. Jemaat yang hadir hanya diperbolehkan 50% dari kuota

    “Ibadah misa tetap digelar namun protokol kesehatan diberlakukan sangat ketat. Penyemprotan disinfektan juga dilakukan secara berkala sepekan sebelum ibadah misa di gelar. Semua jemaat juga diwajibkan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan 3M,” ujar Walikota Blitar Santoso, Senin (21/12/2020).

    | Baca Juga:  Wali Kota Blitar Lantik 191 Pejabat Fungsional Baru

    Pemkot Blitar melokalisir kegiatan masyarakat dalam merayakan tahun baru. Kegiatan perayaan tersebut diarahkan untuk menggelar doa bersama di masing -masing tempat ibadah. Serta mengurangi mobilitas masyarakat dengan mengadakan pembatasan kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

    Sementara untuk jam operasional kafe, restoran serta penutupan lokasi wisata juga tercantum dalam SE. Seluruh lokasi wisata di Kota Blitar tutup mulai 1 sampai 4 Januari 2020.

    Sejumlah tempat wisata yang tutup yakni Makam Bung Karno, Taman Kota Kebonrojo, Kolam Renang Sumberudel, Istana Gebang Agrowisata Blimbing dan lokasi wisata yang dikelola masyarakat.

    “SE ini sudah menjelaskan jika pelaku usaha, dan pengelola dilarang keras menyelenggarakan pesta perayaan tahun baru, baik di dalam maupun luar ruangan. Apalagi hingga menyalakan petasan, kembang api dan sejenisnya, tegas Santoso.

    | Baca Juga:  Siap-siap Push Up Bila Tak Bermasker di Kota Blitar

    Bagi kafe, restoran dan angkringan akan dibatasi jam operasionalnya. Pembatasan dilakukan dari 21 Desember hingga 4 januari. Sejumlah tempat tersebut boleh buka hingga pukul 22.00 WIB saja. Sementara khusus 31 Desember diperbolehkan buka hingga 23.00.

    “Bagi pelaku perhotelan juga harus membatasi tamu yang berkunjung ke kafe dan restoran. Keculai tamu yang bermalam di hotel,”ucapnya.

    Santoso meminta masyarakat agar patuh aturan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

    “Aturan yang tertuang dalam SE itu akan diawasi secara ketat penerapannya di lapangan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kota Blitar. Kami meminta agar masyarakat mematuhi aturan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Karena seperti kita tahu, Kota Blitar sekarang kembali ke zona merah. Artinya tingkat penularan cenderung tinggi,” pungkasnya.(*)

    Reporter : Ana Alana 
    Editor : Linda Kusuma