Beranda Hukum Kriminal Tega, Laki-laki di Kediri Perkosa Anak Tiri Hingga Hamil 4 Bulan

Tega, Laki-laki di Kediri Perkosa Anak Tiri Hingga Hamil 4 Bulan

BERBAGI
pelaku pencabulan terhadap anak tirinya, saat ini diamankan di Mapolres Kediri. (foto: istimewa)

AGTVnews.com – Seorang laki-laki, SDT alias Ardianto (53 tahun) warga Kecamatan Mojoroto Kota Kediri diamankan petugas Kepolisian Resort Kediri. Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan tindak pencabulan yang dilakukannya terhadap anak tirinya.

Aksi bejat itu dilakukan SDT dari Juli 2020 hingga Sepetember 2020. Akibatnya korban yang masih berusia 14 tahun tersebut saat ini mengandung 4 bulan.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono melalui Kasubag Humas Iptu Budi Ratmoko mengatakan, SDT melakukan perbuatannya, saat korban tengah menjaga toko di Desa Sumberjo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.

| Baca Juga:  Amankan Pengendara Motor Tanpa Helm, Temukan Puluhan Pil Dobel L di Jok Motor

“Dari pengakuan korban, ayah tirinya itu mengancam tidak akan menyekolahkan, jika tidak mau melayani. Pelaku tetap memaksa meski korban sudah menangis dan menolak,” ucap Ratmoko, Rabu (30/12/2020).

Korban takut dengan ancaman pelaku dan memilih untuk diam, tidak menceritakan ke siapapun. Merasa leluasa, akhirnya pelaku mengulangi perbuatannya hingga 10 kali.

“Korban menceritakan jika pelaku sudah melakukan aksinya ini sebanyak 10 kali selama waktu 4 bulan itu,” imbuhnya.

Perbuatan tersebut terbongkar, setelah keluarga melihat ada yang aneh pada tubuh korban. Merasa tidak terima, akhirnya SDT dilaporkan ke pihak kepolisian.

| Baca Juga:  Hilangnya Uang Nasabah BRI, Polisi: Belum Ada Indikasi Skimming

“Setelah mendapat laporan, Unit PPA Polres Kediri melakukan penyelidikan. Akhirnya SDT berhasil diamankan di wilayah Desa Bendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar,” tuturnya.

Saat ini petugas masih terus melakukan pendalaman terkait kasus pencabulan tersebut. Petugas mengamankan barang bukti berupa pakaian korban serta hasil Visum et Repertum.

“Pelaku dijerat dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara,”pungkasnya. (*)

Reporter : Linda Kusuma
Editor : Yusuf Saputro