Beranda Ekonomi Bisnis Harga Cabai Meroket, Pengusaha Sambel Pecel Blitar Berusaha Bertahan

Harga Cabai Meroket, Pengusaha Sambel Pecel Blitar Berusaha Bertahan

BERBAGI
pengusaha samble pecel Blitar hanya bisa memilih bertahan agar bisa terus berproduksi. (foto : ana alana)

AGTVnews.com – Pelaku usaha sambel pecel di Blitar saat ini harus putar otak. Selain hantaman pandemi, naiknya harga cabai cukup membuat puyeng. Cabai menjadi bahan dasar dari kuliner dengan cita rasa pedas seperti sambel pecel.

Naiknya harga cabai sejak akhir 2020 lalu berimbas pada produksi sambel pecel di wilayah Blitar. Satu diantaranya Siti Mukayanah. Pengusaha sambel pecel warga Jalan Cemara, Karangsari, Kota Blitar ini mengaku, bingung harus melakukan cara apa agar produksi sambel pecelnya bisa tetap berjalan.

| Baca Juga:  Longsor Tebing 10 Meter Timbun Rumah Warga

“Kalau kami naikkan harga sambelnya atau kami ubah komposisinya, dengan mengurangi cita rasa pedasnya pasti penjualan turun,” ujar Siti Mukayanah, Kamis (21/1/2021).

Akhirnya wanita yang akrab disapa Siti itu memilih untuk bertahan sementara dengan situasi yang ada. “Saat ini ya pokoknya beli cabai seadanya yang penting bisa digunakan untuk produksi setiap harinya,” paparnya.

Untuk kebutuhan produksi sambel pecel setiap harinya dibutuhkan sepuluh hingga lima belas kilogram cabai. Cabai yang ia gunakan biasa dibeli dari pasar dan sesekali langsung dibeli dari petani.

| Baca Juga:  Harga Naik, Pedas Cabai Semakin Menggigit

Siti hanya berharap pemerintah turun tangan untuk mengambil langkah solusi agar harga cabai dapat kembali pulih. Sehingga pelaku usaha kecil sepertinya tetap bisa menjalankan usahanya.

“Ya harapan kami harganya turun agar kami bisa bertahan. Apalagi sekarang kan juga masih musim pandemi Corona dimana ekonomi juga serang turun,” pungkasnya.(*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma
Gula Rendah Glikemik