Beranda Hukum Kriminal Tergiur Harga Tinggi, Pria di Blitar Curi Sarang Madu Klanceng

Tergiur Harga Tinggi, Pria di Blitar Curi Sarang Madu Klanceng

BERBAGI
pelaku pencurian madu klanceng dan barang bukti bumbung bambu berisi penuh madu. (foto : ana alana)

AGTVnews.com – AGS (23 tahun) diamankan petugas kepolisian Sektor Garum. Laki-laki itu diketahui telah melakukan pencurian sarang madu klanceng. Pencurian tersebut dilakukannya di usaha madu klanceng milik Izdin (28 tahun) yang masih tetangganya.

Kapolsek Garum Iptu Burhanudin mengatakan, pelaku adalah warga Desa Sidodadi Kecamatan Garum. Aksi pencurian tersebut dilakukan, karen apelaku tergiur tingginya harga madu klanceng. Konon katanya, madu klanceng ini, bisa meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemi Covid-19.

“Kami mendapatkan laporan adanya warga yang kehilangan sarang klanceng yang terbuat dari bumbung bambu. Kemudian kami cek CCTV yang ada di tempat budidaya klanceng korban. Setelah kami cek, kami berhasil mengamankan seorang laki-laki yang ciri-cirinya mirip seperti yang tertangkap CCTV,” ujar Burhanudin, Selasa (26/1/2021).

| Baca Juga:  Bom Palsu Peneror Kantor Kontraktor di Blitar Diurai

| simak video berita terkait:

Petugas mengamankan pelaku dan juga sejumlah bumbung bambu sarang klanceng. Di dalamnya penuh dengan madu yang diperkirakan nilainya mencapai Rp 3 juta.

“Karena madu klanceng ini harganya cukup mahal, yakni sekitar Rp 150 ribu diperkirakan korban mengalami kerugian hingga Rp 3 juta,” tegasnya.

Berdasarkan pengakuan AGS, madu klanceng itu dijual ke pengepul sebesar Rp 2,4 juta. Dia mengaku sudah lihai melancarkan aksi pencurian karena sebelumnya bekerja sebagai pencari bumbung bambu untuk budidaya klanceng.

| Baca Juga:  Bawa Kayu Milik Perkebunan, Tiga Warga Diamankan

“Sebelumnya saya kerja cari bumbung klanceng dijual ke orang yang punya usaha budidaya klanceng. Jadi faham bagaimana mengambil bumbung bambu dari rak,” ujar pelaku.

Pelaku dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma