Beranda Hukum Kriminal Terjerat Kasus Korupsi 7,5 M, Mantan Ketua Koni Jombang Ditahan Kejaksaan

Terjerat Kasus Korupsi 7,5 M, Mantan Ketua Koni Jombang Ditahan Kejaksaan

BERBAGI
Mantan Ketua Koni Jombang Periode 2017-2020, Tito Kadarisman selaku tersangka dugaan korupsi di Koni Jombang

AGTVnews.com – Mantan Ketua Koni Kabupaten Jombang periode 2017 – 2020, Tito Kadarisman ditahan Penyidik Kejaksaan Negeri Jombang,Jumat (8/1/2021). Tito ditahan setelah menjalani sejumlah pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan dan ditetapkan tersangka pada pertengahan waktu lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri Jombang, Sigit Yulius Kristanto mengatakan penahanan terhadap tersangka Tito sebagai upaya untuk mempercepat proses pemeriksaan kasus dugaan korupsi tersebut.

“Hari ini kami sudah melakukan penahanan terhadap tersangka TK yang merupakan Ketua Koni periode 2017 – 2020. Tujuan dilakukan penahanan terhadap tersangka, untuk mempercepat proses pemeriksaan dalam kasus yang dihadapinya. Tersangka kita tahan selama 20 hari kedepan,” terang Sigit.

| Baca Juga:  Belum Ada Tersangka Kejari Usut Terus Kasus Korupsi PDAM Tulungagung

| simak video berita terkait:

Tito diduga melakukan tindak pidana kasus korupsi penyelewengan penggunaan dana hibah anggaran tahun 2017 – 2019 sebesar 7,5 miliar. Modus yang digunakan, dana hibah tersebut digunakan tersangka untuk kegiatan kesekretariatan internal Koni. Padahal anggaran tersebut seharusnya digunakan untuk kepentingan cabang olahraga (cabor) di tubuh Koni.

Akibat tindakan tersangka, negara mengalami kerugian sebesar Rp. 275 Juta rupiah. Sebelum ditahan, Tito Kadarisman menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Jombang selama 6 jam.

Selain melakukan penyidikan kasus penyelewangan dana untuk Cabang Olahraga (Cabor), petugas juga akan melakukan penyidikan terhadap penggunaan anggaran di tubuh kesekretariatan Koni.

| Baca Juga:  Polisi Benarkan Salah Satu Komisioner Bawaslu Berstatus Tersangka

“Di Koni itu ada dua penggunaan anggaran, yakni anggaran cabor dan kesekretariatan. Saat ini kita fokus dulu ke penggunaan anggaran kesekretariatan. Sementara untuk yang cabor nanti kita panggil kembali sejumlah saksi. Sebab penyelidikan dilakukan harus berdasarkan alat bukti bukan Asumsi,” pungkas Sigit. (*)

Reporter : Aan Hidayat
Editor : Linda Kusuma