Beranda Peristiwa Dana Nasabah Hilang, Koperasi NMSI Kediri Ditutup

Dana Nasabah Hilang, Koperasi NMSI Kediri Ditutup

BERBAGI
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri, Bambang Priambodo. (foto : istimewa)

AGTVnews.com – Koperasi Niaga Mandiri Sejahtera Indonesia (NMSI) Cabang Kota Kediri akan ditutup sementara. Koperasi kemitraan tersebut untuk sementara waktu tidak diperbolehkan merekrut nasabah maupun anggota baru.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri, Bambang Priambodo mengatakan, penutupan dilakukan agar masyarakat tidak resah. Koperasi tidak diperbolehkan untuk menerima nasabah, agen atau mitra baru.

“Koperasi ini aktanya dari Kementrian pusat, sedangkan kantor pusatnya ada di Madiun. Di Kota Kediri ini adalah cabangnya. Kita masih mencari data-data untuk pengumpulan bukti dan keterangan terkait permasalahan-permasalahan di Koperasi,” jelas Bambang, Rabu (10/2/2021).

| Baca Juga:  Pengambilan PIN PPDB SMA Terkendala Server Mati

| simak video berita terkait:

Diketahui, dalam beberapa hari terakhir, kantor Koperasi NMSI di Jalan Patiunus Kota Kediri ini didatangi sejumlah nasabahnya. Mereka menanyakan pencairan dana profit investasi madu lanceng yang mereka lakukan.

Para nasabah ini menggeruduk koperasi tersebut setelah adanya kabar laporan koperasi kehilangan uang tunai sebesar lebih dari 5 miliar. Laporan kehilang tersebut juga sudah disampaikan ke pihak kepolisian.

“Kita minta pihak koperasi untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut. Jangan sampai menimbulkan keresahan di masyarakat. Kita akan membuat laporan kek kementrian Koperasi Pusat dan juga ke wali kota,” tegasnya.

| Baca Juga:  Asyik Nongkrong, Belasan Pelajar Diamankan Satpol PP Kota Kediri

NSMI merupakan koperasi yang bergerak di bidang pengembangan budidaya tawon lanceng. Koperasi ini membentuk sejumlah agen di beberapa daerah. Mereka merekrut mitra untuk melakukan investasi budidaya tawon lanceng.

Besarnya investasi adalah Rp 500 ribu untuk satu kotak tawon atau setup dengan profit sebesar 130 ribu untuk setiap 3 bulan sekali. (*)

Reporter : Linda Kusuma 
Editor : Yusuf Saputro