Beranda Ekonomi Bisnis Mencecap Nikmat Cokelat dan Kopi Kelor Kediri

Mencecap Nikmat Cokelat dan Kopi Kelor Kediri

BERBAGI
kopi dan cokelat kelor dari bahan alami. (foto : linda kusuma )

AGTVnews.com – Moringa oleifera atau yang sering disebut dengan tanaman kelor adalah tanaman yang gampang kita temukan.

Dalam masyarakat Jawa tanaman ini dipercaya bisa menghilangkan santet, tenung maupun susuk di tubuh kita. Seringkali, tanaman ini dijadikan sebagai tambahan didalam air untuk memandikan jenazah.

Dibalik kepercayaan tersebut ternyata, kelor juga memiliki beragam manfaat untuk kesehatan. Kandungan gizi dan nutrisi tanaman ini bisa bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah, menurunkan kolesterol, dan juga kaya antioksidan.

| simak video berita terkait:

Melihat potensi tersebut, siswa SMK Global Mandiri, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri mengubah daun kelor menjadi makanan dan minuman kekinian. Mereka menjadikan daun kelor yang melimpah ruah di daerah setempat menjadi produk cokelat dan bubuk kopi.

Berawal dari Program Inovasi Sekolah

Ide awal cokelat dan kopi kelor ini, karena banyaknya tanaman tersebut di desa setempat. Kebetulan juga, pemerintah daerah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perindustrian dan perdagangan menunjuk sekolah untuk membuat inovasi produk dari tanaman sekitar.

| Baca Juga:  Hendak Melintas, Mobil di Kediri Terperosok Jembatan Amblas

Akhirnya dipilihlah tanaman kelor tersebut. Sejumlah warga yang memiliki tanaman ini tak jarang hanya memberikan begitu saja ke SMK Global.

Kreasi dan inovasi ini ternyata mendapat penghargaan dari pemerintah daerah setempat. Bahkan sekolah mendapatkan bantuan alat produksi, agar bisa terus berkembang.

Saat ini, pesanan untuk cokelat dan bubuk Kopi kelor buatan SMK Global datang dari berbagai wilayah di Indonesia.  Diantaranya dari Riau dan juga Batam. Bahkan kini SMK Global sudah bisa mendirikan  badan usaha yakni UD Rasa Sayange yang telah dilengkapi dengan PIRT.

Ketua Tim Pelaksana UD Rasa Sayange, Redi Laksono mengatakan, sangat senang karena produk olahan dari SMK Global ini bisa terus berkembang. Dari awalnya hanya untuk siswa-siswa saja, kini sudah dipasarkan ke sejumlah wilayah.

“Alhamdulillah, banyak juga yang suka dengan cokelat daun kelor ini. Termasuk juga kopinya,” ucapnya, Senin (8/2/2021).

| Baca Juga:  Ratusan Penari Barong Ramaikan Festival Kelud 2018

Proses pembuatan cokelat kelor ini sangat mudah sekali. Daun kelor yang sudah dipetik, dicuci bersih kemudian dikeringkan. Setelah kering, daun kelor ini kemudian digiling dijadikan bubuk dan dicampur dengan cokelat yang dilelehkan. Setelahnya kemudian dicetak dan disimpan di lemari pendingin.

“Dulu pakai sinar matahari, jadi kalau hujan proses produksi terhambat. Saat ini sudah memakai oven jadi produksi bisa terus berjalan tidak terkendala oleh cuaca,” paparnya.

UD Rasa Sayange tidak menambahkan, pengawet maupun perasa apapun. Jadi produk cokelat dan kopi ini murni dari daun kelor alami.

“Untuk harga satuannya cokelat dan kopi masing-masing dijual 5 ribu rupiah,” jelasnya.

Berkat cokelat kelor ini, siswa SMK Global lebih produktif saat di masa pandemi. Mereka bisa menghasilkan pund-pundi uang, dari tanaman yang ada disekitar. (*)

Reporter : Linda Kusuma
Editor : Yusuf Saputro