Beranda Kesehatan Penyintas Covid-19 di Blitar Tak Ada yang Lolos Syarat Donor Plasma Konvalesen

Penyintas Covid-19 di Blitar Tak Ada yang Lolos Syarat Donor Plasma Konvalesen

BERBAGI
Kepala Unit Donor Darah PMI Kabupaten Blitar dr Christine Indrawaty. (foto:ana alana)

AGTVnews.com – Penyintas Covid-19 di Kabupaten Blitar tak ada yang lolos syarat donor plasma konvalesen. Ada 5 penyintas yang akan mendonorkan plasma konvalesen, namun semua tidak lolos skrining.

Kepala Unit Donor Darah PMI Kabupaten Blitar dr Christine Indrawaty menjelaskan, para penyintas ini tidak lolos skrining karena ada syarat pendonor plasma darah konvalesen yang tidak terpenuhi. Syarat utama yang harus dipenuhi adalah kadar titer antibodi harus sesuai dengan standar.

Bagi pendonor plasma konvalesen yang bisa diterima, harus memiliki kadar titer antibodi minimal 1:160 dan idealnya 1:320.

| simak video berita terkait:

“Jadi disini kami skrining awal dulu. Nanti kalau sudah lolos kita antar ke Malang atau Kediri. Karena di Blitar belum ada alatnya. Namun ternyata dari lima orang yang hendak mendonorkan plasma konvalesen ini semua tidak lolos karena kadar titer antibodinya rendah yaknihanya 1:80,” ujar Christine, Kamis (18/2/2021).

| Baca Juga:  Usai PPKM, Angka Penularan Covid-19 Kabupaten Blitar Diklaim Turun

Ada sejumlah faktor yang membuat kadar titer antibodi penyintas rendah. Diantaranya saat terinfeksi jumlah virus yang masuk sedikit. Sehingga produksi antibodi juga sedikit. Selain itu ada pula yang terinfeksi parah, namun kemampuan tubuh untuk memproduksi antibodi rendah.

Waktu Ideal Bagi Penyitas Covid-19 Donor Plasma

Lanjut Christine selain dua faktor di atas, donor plasma konvalesen juga ada waktu idealnya. Waktu ideal bagi penyintas untuk donor adalah 14 hari sampai 2 bulan pasca sehat. Jika terlalu lama jeda dari waktu itu, bisa jadi kadar titer antibodi sudah tidak sesuai standar.

| Baca Juga:  Harga Cabai Rawit Makin Pedas Tembus Rp 120 Ribu Perkilogram

Selain faktor pendonor, efektivitas plasma konvalesen dalam membantu penyembuhan juga tergantung pada pasien Covid-19. Donor plasma konvalesen berperan maksimal jika penderita positif Covid-19 mengalami sakit selama tujuh hari. Setelah masa tujuh hari, donor plasma konvalesen terbukti tidak efektif membantu proses penyembuhan pasien positif aktif.

“Percuma kalau diberikan kepada pasien yang sakitnya sudah lebih dari tujuh hari,” paparnya.

Untuk diketahui plasma konvalesen merupakan plasma darah yang diambil dari pasien yang terdiagnosa Covid-19. Pasien tersebut sudah 14 hari dinyatakan sembuh dari infeksi Covid-19. Plasma tersebut kemudian ditransfusikan kepada pasien Covid-19, sebagai salah satu upaya pemberian terapi imun pasif dengan segera. (*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma