Beranda Hukum Kriminal Pesta Geden, Pemilik Waterpark Singapore Tulungagung Jadi Tersangka

Pesta Geden, Pemilik Waterpark Singapore Tulungagung Jadi Tersangka

BERBAGI
petugas menyegel pintu masuk waterpark Singapore karean melanggar prokes di masa pandemi. (foto : istimewa)

AGTVnews.com – Pemilik Waterpark Singapore, HY (51 tahun) ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar protokol kesehatan (prokes).

Melansir koranmemo.com, HY menjadi tersangka setelah penyidik Satreskrim Polres Tulungagung menemukan beberapa bukti terkait pelanggaran prokes tersebut.

HY diketahui menggelar pesta dengan mengundang kerumunan di Waterpark Singapore di Desa Karangsari Kecamatan Rejotangan Kabupaten  Tulungagung.

| simak video berita terkait:

Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto mengatakan, pesta yang diadakan adalah pesta ulangtahun anak HY. Dari beberapa video, terlihat terjadi kerumunan, tamu tidak memakai masker dan melanggar jam malam.

“Dari hasil gelar perkara, perbuatan HY melanggar pasal 93 UURI No 6 Tahun 2018 tentang karantina kesehatan. Perbuatan HY memenuhi semua unsur yang ada dalam pasal tersebut, sehingga kami jadikan tersangka,” jelas Kapolres, Minggu (7/2/2021).

| Baca Juga:  Tukar Masker Baru, Polres Blitar Kota Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan

Kapolres menyebut, hal yang memberatkan, tersangka mengetahui jika pemerintah tengah mencegah penyebaran Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Namun tersangka justru menggelar pesta perayaan ulangtahun dengan mengundang banyak orang.

Meski berstatus tersangka namun HY tidak ditahan, karena sanksi kurungan yang disangkakan kurang dari lima tahun. Namun sebagai gantinya tersangka dikenakan wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis.

“Jika mengacu pada Pasal 93 UURI No 6 Tahun 2018, ancaman hukumannya hanya setahun. Makanya tersangka ini tidak ditahan. Tetapi apabila nanti tersangka mengulangi perbuatannya, tentu kami akan memberikan tindakan yang tegas,” jelasnya.

| Baca Juga:  Nongkrong Di Pinggir Jalan, Residivis Ini Diamankan

Kapolres menegaskan, setiap ada kegiatan yang melanggar prokes, maka masyarakat penyelenggara bisa dikenakan pasal tentang karantina kesehatan tersebut.

“Yang jelas dalam menentukan perkara seperti ini, kami harus melakukan koordinasi dengan tim ahli terkait. Apakah ada unsur pelanggaran karantina kesehatan pada kasus seperti ini. Jadi nantinya yang menentukan adalah tim ahli,” pungkasnya.

Pesta ulang tahun di Waterpark Singapore ini sempat viral di media sosial. Pesta ini diadakan malam hari, dan  didatangi banyak orang. Unggahan video ini diketahui dari instastory akun waterpark Singapore. (*)

Reporter : Tim Liputan
Editor : Linda Kusuma