Beranda Kesehatan RS Darurat Kediri Rawat 10 Ibu Hamil Positif Covid-19

RS Darurat Kediri Rawat 10 Ibu Hamil Positif Covid-19

BERBAGI
10 ibu melahirkan yang positif Covid-19 telah diperbolehkan pulang kemabli. (foto ; linda kusuma )

AGTVnews.com – Sejak difungsikan akhir Januari 2021 lalu, Rumah Sakit darurat Covid-19 Kabupaten Kediri, RS Nuraini telah merawat 20 pasien dengan gejala ringan dan sedang. Bahkan 10 pasien positif diantaranya merupakan ibu melahirkan.

Penanggungjawab RS Nuraini, dr Yahya mengatakan,ibu melahirkan yang dirawat di rumah sakit darurat ini menjalani kelahiran secara normal. Sementara yang harus melalui tindakan khusus tetap dilakukan di rumah sakit rujukan Covid-19.

“Ada 10 ibu yang terkonfimasi positif dan melahirkan secara normal di rumah sakit Nuraini ini. Mereka datang dengan rujukan dari puskesmas ataupun fasilitas kesehatan yang telah melakukan ANC (ante natal care) atau pemeriksaan terlebih dahulu. Pada pemeriksaan ini, di usia kehamilan 37 minggu, ibu hamil akan dilakukan tes pcr atau antigen dan juga swab tes,” jelas dr Yahya melalui sambungan telepon, Rabu (3/2/2021).

| Baca Juga:  Saling bersenggolan Seorang Pengendara Motor Tewas

| simak video berita terkait:

Setelahnya, bayi yang dilahirkan juga akan dilakukan swab test. Tindakan ini untuk memastikan kondisi anak tersebut. “Ibu hamil yang positif tidak selalu bayinya juga positif. Dari 10 ibu yang melahirkan ini, bayinya alhamdulillah negatif semua,”ungkapnya.

Sebagai rumah sakit darurat, Nuraini juga melakukan perawatan pasca kelahiran dengan tindakan khusus di rumah sakit rujukan.

“Setelah melakukan tindakan khusus, seperti operasi untuk melahirkan kita melakukan perawatan di rumah sakit darurat. Agar rumah sakit rujukan bisa relaksasi dan bisa melayani pasien lainnya,” papar dr. Yahya.

| Baca Juga:  Ada Klaster Tarawih di Kabupaten Kediri, Positif Corona Jadi 54 Orang

Saat ini 10 ibu melahirkan tersebut sudah diperbolehkan pulang, namun tetap menjalani isolasi mandiri secara ketat.

“Ibu melahirkan biasanya tidak bergejala, sehingga kondisinya lebih bagus. Tidak ada batuk-batuk ataupun demam. Jadi bisa pulang dengan catatan tetap menjalani isolasi mandiri secara ketat,” pungkasnya. (*)

Reporter : Linda Kusuma 
Editor : Yusuf Saputro