Beranda Viral Sejarah Si Barongsai Makhluk Perkasa Pengusir Setan Jahat

Sejarah Si Barongsai Makhluk Perkasa Pengusir Setan Jahat

BERBAGI
pertunjukan barongsai menjadi daya tarik tersendiri. Tidak hanya di klenteng namun juga di pusat keramaian dan pusat perbelanjaan. (foto : instagram @tjoehwiekiong_)

AGTVnews.com – Perayaan Imlek tidak hanya digelar satu hari saja. Perayaan menyambut musim semi ini berlangsung hingga 15 hari. Konon katanya, saat Imlek para dewa dan dewi tengah kembali ke khayangan untuk menghadap ke kaisar langit. Kosongnya dunia kemudian dimanfaatkan oleh setan dan makhluk jahat untuk mengganggu manusia.

Makhluk ini disebut dengan Nian. Sosoknya digambarkan berbadan setengah banteng dan berkepala singa. Monster ini digambarkan sangat jahat. Terlebih saat dewa dan dewi yang ada di Bumi kembali ke khayangan. Kekuatan makhluk jahat ini semakin bertambah.

Mau tidak mau manusia bumi harus mampu melawan monster jahat ini dengan kekuatan mereka sendiri. Tiba-tiba, ada singa yang mampu melawan kekuatan jahat Nian ini. Akhirnya Nian bisa dikalahkan.

| simak video berita terkait:

Tidak terima dikalahkan, Nian berniat untuk membalas dendam. Manusia kemudian mencari-cari keberadaan singa ini, namun tidak ditemukan.

| Baca Juga:  Candi Gempur Digali Kembali, Peneliti Temukan Arca Dwarapala

Akhirnya manusia memakai kostum merah, memakai topeng singa dan menghadapi Nian. Singa jadi-jadian ini dilengkapi dengan beberapa suara tetabuhan dan juga kembang api. Tiga hal itulah yang membuat Nian akhirnya berhasil dikalahkan.

Barongsai Hanya Ada di Indonesia

Cerita ini disebut sebagai asal muasal barongsai saat Imlek. Tapi tahukah kalian, ternyata nama barongsai hanya ada di Indonesia. Di negara asalnya, Tiongkok barongsai disebut Wu Shi dan internasional menyebut dengan lion dance.

pemain barongsai dituntut memiliki kaki-kaki kuat dan lincah. (foto: instagram @tjoehwiekiong_)

Barongsai lebih kental dengan kearifan lokal, yakni kesenian barongan. Sebuah tarian yang menggunakan mitologi hewan dan kostum berumbai. Sai merupakan sebutan untuk singa. jadi secara harfiah barongsai ini merupakan kesenian barongan singa yang selalu ada setiap imlek.

Kesenian Barongsai di Indonesia mengalami pasang surut. Pemerintah orde baru melarang adanya pertunjukan ini. Bahkan larangan ini tertuang pada Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967. Inpres melarang Tionghoa  menggelar seluruh kegiatan.

| Baca Juga:  Pecinta Koi Se-Indonesia Ikuti Koi Show

Kemudian pada tahun 2000, Presiden Gus Dur mencabut larangan tersebut dan Umat Tionghoa diperbolehkan kembali untuk melakukan kegiatannya.

Pemain Barongsai Memiliki Kemampuan Kungfu

Pemain barongsai tidak hanya sekedar lincah saja, namun juga harus memiliki kaki-kaki yang kuat dan stamina tubuh yang baik. Tak jarang pemain barongsai ini harus mengangkat topeng singa yang beratnya mencapai 25 kg.

Selain itu, para pemain juga diwajibkan untuk bisa terampil melompat kesana-kemari, sehingga tarian barongsai ini semarak berpadu dengan tetabuhan. Biasanya pemain barongsai merupakan orang yang juga memiliki keahlian kungfu dan akrobat.

Imlek tahun 2021 ini berjalan sederhana, tanpa adanya kemeriahan barongsai. Pandemi Covid-19, membuat warna merah tidak semeriah sebelumnya. Meski demikian, warna merah ini masih memberikan keceriaan dan harapan semoga pandemi bisa segera berlalu. (*)

Editor : Linda Kusuma