Beranda Pemerintahan Sering Disambangi Banjir, Komisi III DPRD Kota Blitar Survei Kondisi Saluran Air

Sering Disambangi Banjir, Komisi III DPRD Kota Blitar Survei Kondisi Saluran Air

BERBAGI
Komisi III DPRD Kota Blitar melakukan survey saluran air , untuk mengantisipasi adanya banjir dan genangan air saat hujan turun. (foto : ana alana)

AGTVnews.com – Sejumlah titik di wilayah Kota Blitar sering banjir dan tergenang air. Terlebih saat hujan turun dengan intensitas sedang hingga tinggi. Mengantisipasi kondisi tersebut Komisi III DPRD Kota Blitar melakukan survei di sejumlah titik.

Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto mengatakan, survei dilakukan untuk melihat kondisi drainase, irigasi dan saluran pengairan.

Hasilnya diketahui hampir semua infrastruktur tersebut memerlukan normalisasi. Selain itu juga diperlukan pembenahan karena kondisi yang rusak akibat hujan deras.

| simak video berita terkait:

“Kami temukan konstruksinya rata-rata tahun 1980 an. Konstruksinya batu bata dan kira-kira tidak pakai semen,” ujarnya, Rabu (17/2/2021).

Banjir dan Luapan Air Jadi Isu Strategis Pembangunan

Totok mengatakan, permasalahan banjir dan luapan air yang terjadi di Kota Blitar saat musim penghujan, menjadi isu strategis pembangunan yang urgen untuk ditangani.

| Baca Juga:  Pasca Terbakar, Pasar Legi Ditargetkan Selesai Dalam Setahun

“Dua dilema di Kota Blitar saat musim hujan terjadi banjir dan luapan air dimana-mana. Saat kemarau terjadi kekeringan. Kita minta ini jadi isu strategis dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” tegasnya.

Komisi III mengusulkan ke pimpinan agar mendesak Walikota untuk melakukan kerjasama dengan Kabupaten Blitar. Karena posisi Kota Blitar berada di tengah-tengah Kabupaten Blitar.

“Bisa saja air dari kabupaten lalu mengalir ke Kota Blitar sehingga jadi luapan,” imbuh politisi PKB tersebut.

Dari hasil survei ada sejumlah titik yang memerlukan penanganan sesegera mungkin. Diantaranya normalisasi aliran sungai di Kembangan-Tanjungsari-Pakunden dan aliran sungai di Tanggung-Bendo-Dawuhan-Dimoro.

Lalu, aliran sungai di Jatimalang-Dam Sentul-Cari-Plered-Meduran-Mentaraman-Sumberbentis-Karangsari-Tlumpu-Rembang. Kemudian aliran sungai di Jatimalang sampai Rembang ini salah satunya menyebabkan banjir di kawasan Jl Mastrip dan Jl Merdeka.

| Baca Juga:  Tempat Wisata di Kota Blitar Dibuka Bertahap, Makam Bung Karno dan Istana Gebang Yang Pertama

Lalu sungai Jatimalang ditunjang dari Sumber Jurangsembot dan Sendang menuju Sungai Urug-urug. Terakhir, aliran sungai Gedog yang terdiri atas aliran sungai Gedog I-Plered- Gebang-Karanglo. Aliran sungai Gedog II-Brendil-Sananwetan- Karanglo menyatu dengan aliran sungai Gedog I ke Karangtengah-Klampok. Kemudian, aliran sungai Gedog III-Ngegong- Ngrebo-Sananwetan/Kuningan.

Komisi III juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Blitar agar mempunyai standar pelaksanaan pemeliharaan normalisasi saluran air baik drainase dan irigasi. Sehingga dasar penganggaran pemeliharaan saluran baik irigasi maupun drainase tidak lagi didasarkan ketersediaan anggaran atau mumpung ada anggaran. (*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma