Beranda Peristiwa Takut Terjaring Operasi Yustisi, Pengendara Motor di Blitar Nekat Tabrak Petugas

Takut Terjaring Operasi Yustisi, Pengendara Motor di Blitar Nekat Tabrak Petugas

BERBAGI
Kholil setelah berhasil dihentikan petugas, saat mencoba kabur. (foto: ana alana)

AGTVnews.com – Ketakutan karena ada operasi yustisi, seorang pengendara motor di Kabupaten Blitar justru nekat tancap gas dan nyaris menabrak petugas dari dinas perhubungan, Kamis (18/2/2021). Petugas tersebut sedang menjalankan operasi yustisi di Kecamatan Kademangan bersama Satpol PP, TNI dan Polri.

Diketahui pelaku penabrakan adalah Kholil, warga Desa Jimbe Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. Laki-laki 39 tersebut mengaku takut saat melihat adanya petugas, karena dirinya tidak memakai masker dan tidak memiliki uang untuk membayar denda.

“Saya takut, akhirnya motor saya gas. Tujuannya saya bisa kabur secepatnya. Petugas yang menghentikan saya terobos. Akhirnya nyaris nabrak itu tadi,” jelas Kholil didepan petugas.

| Baca Juga:  Menangkan Gugatan Eks Koruptor, Bawaslu : Kami Berpijak Pada Undang-undang

| simak video berita terkait:

Saat ditangkap, petugas memeriksa barang bawaan Kholil. Ternyata laki-laki yang berprofesi sebagai tukang cukur tersebut sama sekali tidak membawa identitas diri seperti KTP, SIM maupun STNK sepeda motor.

Petugas justru menemukan tumpukan plastik klip, serta beberapa CTM yang diduga akan disalahgunakan. Namun Kholil menyebut plastik klip tersebut untuk menyimpan silet untuk cukur agar tidak berkarat dan awet tajam.

“Plastik klip itu untuk menyimpan silet, agar tidak berkarat dan awet tajam. Kalau obatnya, untuk isteri saya yang alergi,” terang Kholil.

| Baca Juga:  Harga Cabai Rawit Makin Pedas Tembus Rp 120 Ribu Perkilogram

Akhirnya drama operasi yustisi tersebut berakhir dengan permintaan maaf Kholil kepada petugas yang ditabraknya, serta sanksi yang dijalaninya. Sementara petugas yang ditabrak tidak mengalami luka.

Dalam operasi yustisi gabungan tersebut petugas menjaring 32 pelanggar. Tujuh belas orang dikenakan sanksi tipiring sementara 15 orang lainnya dikenakan sanksi sosial mengucap Pancasila dan push up.

Kegiatan operasi yustisi ini juga dihadiri Satpol PP Provinsi Jawa Timur. Petugas berkeliling ke daerah-daerah dan menggelar operasi yustisi bersama petugas Satpol PP setempat. (*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma