Beranda Hukum Kriminal Polres Blitar Gelar Pra Rekonstruksi Pembunuhan Bos Toko di Blitar

Polres Blitar Gelar Pra Rekonstruksi Pembunuhan Bos Toko di Blitar

BERBAGI
proses pra rekonstruksi pembunuhan Bisri digelar pada sore hari hingga malam hari. (foto : ana alana)

AGTVnews.com – Satreskrim Polres Blitar menggelar Pra rekonstruksi pembunuhan Bisri Efendi (71) juragan toko di Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Rabu (3/3/2021) malam.

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, pra rekonstruksi dilakukan untuk mengkonfirmasi hasil pemeriksaan awal. Terduga pelaku Yuda (21 tahun) ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan ini berdasarkan hasil pemeriksaan awal.

“Di dalam kegiatan ini penyidik sudah mempunyai gambaran terkait perbuatan yang dilakukan oleh tersangka. Tentang bagaimana tersangka mulai masuk toko, bersembunyi kemudian mengambil sejumlah uang dan melakukan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujar Leonard.

| Baca Juga:  Satreskoba Polres Blitar Amankan Komplotan Pengedar Sabu-Sabu Senilai Rp 12 Juta

| simak video berita terkait:

Adegan demi adegan yang diperagakan tersangka dalam pra rekonstruksi sesuai dengan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang telah dilaksanakan. Termasuk posisi barang bukti maupun gerakan yang dilakukan yang terekam di dalam CCTV.

“Kita fokus pada tiga kegiatan. Diantaranya saat masuk toko, saat sembunyi dan saat mengambil uang serta melakukan kekerasan kepada korban. Ada 27 adegan yang diperagakan. Tapi nanti kalau kita konstruksikan dari awal dipastikan akan cukup banyak adegan,” terangnya.

| Baca Juga:  Mayat Pemuda Membusuk Di Hutan Adalah Korban Pembunuhan

Diberitakan sebelumnya, Bisri Efendi pemilik Toko Pak Bisri ditemukan tewas bersimbah darah dengan tangan dan kaki terikat serta kepala tertutup sarung, Sabtu (27/2/2021) lalu.

Jasad Bisri ditemukan pertama kali oleh karyawan toko sekitar pukul 07.00 WIB di dalam toko miliknya . Saat tiba di toko, karyawan tersebut melihat kondisi toko sudah dalam kondisi terbuka. (*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma